Pawai Ogoh ogoh di Manado
4 Karakter Ogoh-ogoh yang Diarak di Manado, Berikut Maknanya
Sebutnya, Ogoh Ogoh yang ditampilkan di Manado berdasarkan tokoh - tokoh dalam kisah Mahabharata
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak empat ogoh - ogoh diarak dalam Festival ogoh - ogoh jelang hari raya Nyepi di seputaran Lapangan Tikala Manado, Sulut, Minggu (10/3/2024).
Ogoh - ogoh jadi perhatian warga Manado karena diarak secara atraktif.
Banyak warga yang mengabadikan momen saat ogoh - ogoh digoyang - goyang.
Baca juga: Warga Negara Australia Ikut Pawai Ogoh-Ogoh di Manado Sulawesi Utara
Ketua Panitia Festival Ogoh - Ogoh I Putu Krisna Aditya menuturkan, ogoh ogoh diarak sehari jelang hari raya Nyepi.
Tujuannya adalah penyucian.
"Itu adalah dalam rangka penyucian dan pengusiran Buto Kala karena dalam nyepi kita butuh ketenangan," kata dia.
Sebutnya, Ogoh Ogoh yang ditampilkan di Manado berdasarkan tokoh - tokoh dalam kisah Mahabharata.
Ada Hanoman.
Ada pula Duryudana dan Sengkuni.
Dua tokoh terakhir adalah simbol kelicikan.
"Jadi kelicikan musti dihapuskan," kata dia.
Sebut dia, biaya ogoh ogoh cukup mahal.
Sebiji ogoh - ogoh seharga 25 juta.
"Ini dari gotong royong warga," kata dia.
Ungkapnya, perajin ogoh ogoh berasal dari Sulut. Tidak impor dari Bali.
"Ini sudah orang Sulut sendiri," kata dia. (Art)
| Kolaborasi Anak Muda dan Orang Tua di Perayaan Nyepi di Manado Sulut, Tekankan Kerukunan Beragama |
|
|---|
| Wali Kota Manado Andrei Angouw: Kita Selalu Dukung Kegiatan yang Dilaksanakan Umat Hindu |
|
|---|
| Nuansa Toleransi di Manado Sulawesi Utara: Musik Bambu Kawal Barisan Ogoh-Ogoh |
|
|---|
| Potret Kemeriahan Festival Pawai Ogoh-Ogoh di Lapangan Tikala Manado Sulawesi Utara |
|
|---|
| I Putu Krisna Aditya Beberkan Arti dari Festival Ogoh-Ogoh di Manado Sulawesi Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Festival-ogoh-ogoh-di-Manado-fgsd.jpg)