Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pawai Ogoh ogoh di Manado

4 Karakter Ogoh-ogoh yang Diarak di Manado, Berikut Maknanya

Sebutnya, Ogoh Ogoh yang ditampilkan di Manado berdasarkan tokoh - tokoh dalam kisah Mahabharata

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur Rompis
Festival ogoh - ogoh jelang hari raya Nyepi di seputaran Lapangan Tikala Manado, Sulut, Minggu (10/3/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak empat ogoh - ogoh diarak dalam Festival ogoh - ogoh jelang hari raya Nyepi di seputaran Lapangan Tikala Manado, Sulut, Minggu (10/3/2024). 

Ogoh - ogoh jadi perhatian warga Manado karena diarak secara atraktif.

Banyak warga yang mengabadikan momen saat ogoh - ogoh digoyang - goyang. 

Baca juga: Warga Negara Australia Ikut Pawai Ogoh-Ogoh di Manado Sulawesi Utara

Ketua Panitia Festival Ogoh - Ogoh I Putu Krisna Aditya menuturkan, ogoh ogoh diarak sehari jelang hari raya Nyepi. 

Tujuannya adalah penyucian. 

"Itu adalah dalam rangka penyucian dan pengusiran Buto Kala karena dalam nyepi kita butuh ketenangan," kata dia.

Sebutnya, Ogoh Ogoh yang ditampilkan di Manado berdasarkan tokoh - tokoh dalam kisah Mahabharata.

Ada Hanoman. 

Ada pula Duryudana dan Sengkuni. 

Dua tokoh terakhir adalah simbol kelicikan. 

"Jadi kelicikan musti dihapuskan," kata dia.

Sebut dia, biaya ogoh ogoh cukup mahal. 

Sebiji ogoh - ogoh seharga 25 juta.

"Ini dari gotong royong warga," kata dia.

Ungkapnya, perajin ogoh ogoh berasal dari Sulut. Tidak impor dari Bali.

"Ini sudah orang Sulut sendiri," kata dia. (Art)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved