Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pawai Ogoh Ogoh di Manado

Nuansa Toleransi di Manado Sulawesi Utara: Musik Bambu Kawal Barisan Ogoh-Ogoh

Grup musik budaya Minahasa, Sulawesi Utara, ini memperdengarkan lagu-lagu Minahasa dan Manado populer.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Festival Ogoh Ogoh yang dirayakan Umat Hindu jelang hari raya Nyepi, di seputaran Lapangan Tikala, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (10/3/2024). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Nuansa toleransi nampak dalam Festival Ogoh Ogoh yang dirayakan Umat Hindu jelang hari raya Nyepi, Minggu (10/3/2024) di seputaran Lapangan Tikala, Manado, Sulawesi Utara

Musik bambu tampil pada barisan terdepan prosesi. 

Grup musik budaya Minahasa ini memperdengarkan lagu-lagu populer berbahasa Minahasa dan Manado.

Di belakang musik bambu, terdapat barisan tokoh enam agama yang diakui di Indonesia. 

Kemudian menyusul pemuda dan pemudi dari gerakan cinta kerukunan.

Pemikul ogoh ogoh melibatkan anggota Sat Pol PP

Bahkan seorang warga asing asal Australia juga turut serta.

Wali Kota Manado Andrei Angouw menyatakan, pawai Ogoh Ogoh jadi ajang bagi warga Manado saling mengenal budaya untuk kian memperkuat toleransi. 

"Mari kita saling mengenal, karena tak kenal berarti tak sayang," katanya.

Andrei Angouw sendiri yang merupakan Walikota pertama Indonesia beragama Konghucu tampil dengan udeng atau ikat kepala khas Bali.

Ketua Panitia Festival Ogoh - Ogoh I Putu Krisna Aditya mengucapkan terima kasih pada pemkot Manado serta warga Manado yang mensupport penuh acara tersebut.

"Senang sekali bisa diterima oleh warga Manado," kata dia. (Art)

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved