Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Lurah Buka Suara setelah Viral Sebut Petugas PPSU 'Miskin'

Lurah Ancol memberikan klarifikasi setelah videonya menjadi viral karena dituduh menghina Petugas PPSU.

Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA via Tribun Bogor
Kolase foto Lurah Buka Suara setelah Viral Sebut Petugas PPSU 'Miskin'. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lurah Ancol memberikan klarifikasi setelah videonya menjadi viral karena dituduh menghina Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Dalam klarifikasinya, Lurah Ancol menjelaskan bahwa maksudnya saat itu sebenarnya adalah memberikan imbauan, bukan menghina.

Nama oknum yang terlibat dalam kontroversi ini adalah Bijakri Saud Maruli Manik, seorang Lurah Ancol.

Bijakri Saud Maruli Manik menjadi perbincangan luas karena menggunakan kata 'miskin' dalam keterangannya yang ditujukan kepada Petugas PPSU.

Pernyataan yang dianggap merendahkan dari seorang lurah tersebut mendapat tanggapan negatif, bahkan menyebabkan mogok kerja dari Petugas PPSU di Ancol.

Bijakri Saud Maruli Manik kemudian memberikan penjelasan tentang penggunaannya terhadap kata 'miskin' terhadap anggota Petugas PPSU Kelurahan Ancol, membantah bahwa maksudnya adalah menghina mereka.

Bijakri Saud Maruli Manik menyebut pernyataannya dalam agenda pembinaan disalahartikan.

Padahal, kata Bijakri Saud Maruli Manik, saat itu dirinya hanya mengimbau PPSU agar lebih bijak menggunakan uang.

Bijakri Saud Maruli Manik menyarankan PPSU menabung uang untuk keluarga daripada untuk membeli rokok.

"Itu sebenarnya kata-kata pelintiran dari PPSU, dipelintir, artinya itu adalah bahasa saya di saat pembinaan, artinya dikumpulkan mereka semua, kemudian saya bina," ucapnya, Senin (19/2/2024), dilansir TribunJatim.com dari Tribun Bogor.

"Di dalam pembinaan saya mengatakan bagi PPSU yang merokok, agar jangan merokok lagi, lebih baik uangnya ditabung daripada dibakar bakar, nanti miskin," tambahnya.

"Lebih baik diberikan kepada anak istrinya, kebutuhan sudah meningkat, itu dia bahasa saya, jadi tidak ada bahasa yang salah," jelasnya.

Meluruskan Perkataan

Bijakri Saud Maruli Manik juga meluruskan pernyataan Sekretaris Kelurahan Ancol Kenny Hutagaol yang juga disebut menghina anggota PPSU.

"Terkait dengan bahasa pak Sekkel itu pun bukan menghina, itu kalimatnya begini. Di saat itu kan ada antrean pembagian kupon untuk PPSU, yang menebus pangan murah, kalau menebus pangan murah kan wajib membayar Rp 100 ribu untuk food station," paparnya.

"Pada saat dikumpulkan ternyata mereka ini nggak punya uang, jadi datang Pak Sekkel, mana bayar ini, nggak ada pak. 'Miskin amat, ya sudah pinjam ya'. Begitu, jadi bukan menghina, hanya bercanda, guyonan. Gimana lah guyonan antara bapak ke anak, atau antar teman, jadi nggak ada bahasa apa-apa," terangnya, dilansir dari TribunJatim.com.

Harta kekayaan

Sumber: TribunJatim.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved