Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Populer Sulawesi Utara

Berita Populer Sabtu 17 Februari 2024, Heboh di Manado, Sudah 6 Anggota KPPS Dikabarkan Sakit

Jumlah anggota KPPS sakit sesuai data Dinas Kesehatan Kota Manado, update Jumat 16 Februari 2024. 

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribunmanado.co.id
Kabar Anggota KPPS Manado. Enam orang dikabarkan sakit. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar tentang Anggota KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara menjadi perhatian di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. 

Hingga saat ini yang dikabarkan sakit ada 6 orang anggota KPPS

Demikian data terkini Dinas Kesehatan Kota Manado, update Jumat 16 Februari 2024. 

"Bertambah satu (orang), keluhannya pusing," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Manado, dr Jimmy Lalita.

Satu di antara anggota KPPS yang sakit sempat dirawat inap.

Baca juga: Berita Populer Jumat 16 Februari 2024: Heboh di Manado, Kotak Suara Dibawa ke Graha Gubernuran Sulut

1 Anggota KPPS Meninggal Dunia

Sebelumnya, dikabarkan bahwa ada anggota KPPS TPS 4 Malalayang Satu Barat yang meninggal.

Ia adalah Micky Ricky Sepang.

Baca juga: Seorang Anggota KPPS di Manado Sulawesi Utara Meninggal, Andi Sujuti: Tak Ada Tenaga Medis di TPS

Anggota Bawaslu Dikabarkan Sakit

Ketua Bawaslu Manado Brilliant Maengko sempat dilarikan ke rumah sakit usai menindaklanjuti laporan tentang pemindahan kotak suara Kecamatan Wenang ke Graha Gubernuran, Kamis (15/2/2024).

Informasi yang dihimpun tribunmanado, Maengko langsung turun lapangan mengecek laporan itu. Usai peninjauan, Brilliant mendadak sakit.

Ia pun dibawa ke RS Advent Manado, Sulut.

Sumber tribunmanado menyebut, Brilliant buru buru ke TKP hingga belum menyelesaikan makan malamnya.

Makanan pun ia bungkus.

Tapi tidak dimakannya juga.

Ia sangat sibuk memantau pada hari H pemilu, juga pada sebelum dan sesudah hari H.

Brilliant membenarkan kabar ia dibawa ke rumah sakit. "Iya tadi malam," kata dia dia WA Jumat (16/2/2024) siang.

Namun ia enggan membeber informasi lebih lanjut.

Dalam wawancara Kamis malam, Brilliant mengatakan, pihaknya telah meminta KPU Manado agar memindahkan kotak suara dari Graha Gubernuran.

Mengenai dugaan kotak suara telah terbuka, ia menyatakan, belum mendapati hal itu. 

Berita Heboh Lainnya

Penjelasan KPU Manado Terkait Info Kotak Suara Kecamatan Wenang Rusak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado memberi penjelasan terkait video viral dengan narasi kotak suara dari Kecamatan Wenang rusak.

"Tidak ada kotak suara rusak. Kami tidak tahu video itu dari mana, kotak suara yang mana. Tidak ada kerusakan," ujar Ketua KPU Manado, Ferley B Kaparang di kantor KPU Sulut, Jumat (16/2/2024) malam.

Ia menjelaskan, 500 kotak suara tidak ada yang rusak.

"Tidak ada yang rusak. Karena di situ dobel segel. Stiker dan kabel ties. Memang untuk stiker, karena itu kertas bisa saja sobek. Ya karena ini kan logistik balikan," kata Kaparang.

Khusus kabel ties, kata Kaparang, jumlahnya terbatas. "Kalau ada lebih ada berita acaranya khusus," ujar dia.

Apalagi, proses pemindahan disaksikan Bawaslu, relawan dan masyarakat.

"Kami sesali, justru ada peserta Pemilu yang mencoba memprovokasi," katanya.(ndo)

Penjelasan KPU Sulut Terkait Pemindahan Kotak Suara ke Graha Gubernuran Sulut

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara menegaskan, langkah KPU Manado lewat PPK Wenang memindahkan kotak suara ke Graha Gubernuran Sulawesi Utara tidak menyalahi aturan.

Ketua KPU Sulawesi Utara, Kenly Poluan mengungkapkan, logistik dari Kecamatan Wenang dipindahkan ke graha karena kantor Camat Wenang tidak representatif untuk menampung 500 kotak suara dari 100 TPS dari seluruh wilayah kecamatan.

"Pemindahan itu sesuai Pedoman Pengolahan Logistik Pemilu dan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pemungutan Suara dan Rekapitulasi," ujar Kenly di kantor KPU Sulut, Jumat (16/2/2024).

Dijelaskannya, permohonan peminjaman Graha Gubernur sudah diajukan PPK Wenang sejak Bulan September 2023.

"Ya karena memang tidak ada fasilitas yang representatif di wilayah terkait. Hingga hari pungut hitung (pemilihan), Graha yang paling pas," ujar Kenly yang didampingi Komisioner KPU lainnya, Salman Saelangi, Lanny Ointoe dan Awaludin Umbola.

Selain itu, Ketua KPU Manado, Ferley B Kaparang dan PPK Wanea turut mendampingi saat pemaparan.

Kenly bilang, KPU dan jajaran diperbolehkan menggunakan fasilitas pemerintah untuk Pemilu.

"Sesuai MoU Kemendagri, KPU dan Bawaslu, Pemda wajib memfasilitasi semua kebutuhan terkait penyelenggaraan Pemilu. Karena itu kenapa Pemprov memberikan izin di Graha Gubernur," katanya.

Lanjut dia, karena ada pro kontra, pihaknya memutuskan memindahkan kotak suara ke kantor KPU Sulawesi Utara.

"Rekapitulasi tingkat PPK akan dimulai Minggu. Besok undangannya segera diterbitkan," katanya.

Kebijakan serupa juga diambil KPU Sulawesi Utara untuk pleno PPK Wanea.

Dari awalnya direncanakan di kantor Dinas Pariwisata Sulawesi Utara, akan digelar di kantor Camat Wanea.

(Tribunmanado.co.id/Isvara/Fernando/Arthur)

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved