Pilpres 2024
Survei Pilpres 2024 versi Poltracking: Anies-Muhaimin vs Prabowo-Gibran Potensi di Putaran Dua
Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming vs Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar paling berpeluang di putaran kedua berdasarkan data survei Poltracking.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Pemilihan Presiden (Pilpres 2024) tinggal 4 hari lagi. Paling berpotensi menjadi penantang Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming di putaran kedua berdasarkan data periode survei adalah pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar.
Sementara peta elektoral saat ini makin memperlebar potensi pilpres satu putaran untuk pasangan Prabowo– Gibran namun belum mutlak.
Jika ditarik menurut margin of error kurang lebih 2,9 persen masih ada potensi dua putaran.
Potensi elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) 02 Prabowo-Gibran antara 48,8 persen hingga 54,6 persen.
Paslon 01 Anies–Muhaimin antara 24,7 persen hingga 30,5 persen. Kemudian Ganjar–Mahfud antara 17,8 persen hingga 23,6 persen.
Demikian temuan lembaga survei nasional, Poltracking Indonesia yang dirilis ke publik pada Jumat 9 Februari 2024.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menjelaskan, jika seluruh wilayah Indonesia dibagi ke dalam pengelompokan 10 wilayah, Sumatera berimbang antara Anies–Muhaimin dan Prabowo–Gibran.
Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Bali –Nusa, Sulawesi dan Maluku–Papua cenderung kepada Prabowo–Gibran.
Sedangkan, DKI Jakarta cenderung kepada Anies–Muhaimin. Sementara, Jawa Tengah–DIY berimbang antara Prabowo–Gibran dan Ganjar–Mahfud.
Poltracking menyelenggarakan survei nasional dengan pengambilan data lapangan pada tanggal 27 Januari – 2 Februari 2024.
Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel pada survei ini 1220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.
Metode sampling representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak.
Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
Hanta juga menjelaskan, maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur kekuatan dan tren elektoral paslon dan partai politik menjelang hari pemilihan pada 14 Februari 2024, serta memprediksi pemenang Pemilu melalui metode survei yang tervalidasi. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/090224-jabar.jpg)