Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kapal Hilang di Sulut

Detik-detik Sebelum Kapal LCT Bora V Hilang Kontak, Terungkap Kata-kata Nakhoda Saat Minta Tolong

Nahkoda Kapal LCT Bora V mengatakan (kepada saksi) jika komunikasi sudah tidak terhubung, berarti kapal sudah tenggelam.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/HO
Nahkoda Kapal LCT Bora V sempat minta tolong sebelum hilang kontak. 

Kemudian sekira pukul 21.56 WITA saksi mencoba menghubungi nahkoda kapal LCT Bora V namun sudah hilang kontak.

"Saat ini kapal dari Basarnas sudah berada di laut lerairan antara pulau Biaro dan pulau Tagulandang, dan menemukan satu life draf, akan tetapi tidak ada tulisan milik dari LCT Bora V," ujar AKBP Iwan Permadi. (Tribunmanado.co.id/Ren)

Nama-nama Kru LCT Bora V

  1. James Malumbot (Nakhoda)
  2. Almaryo Lexnater Sandrisaw Sawal (Mualim 1)
  3. Hans Enggelbert Karingan (KKM)
  4. Jufri Tempo (Masinis II)
  5. Handri Erkal Rama Lalelorang (Juru Mudi)
  6. Tonny Napoleon Boanergers Wangka (Juru Mudi)
  7. Mulham Herjad (Juru Mudi)
  8. Yanderson Akbar Lumuwu (Oiler)
  9. Christenly Ganap (Oiler)
  10. Defilio Sundame (Mualim II)

Kronologi

Kapal LCT Bora V bertolak dari Pelabuhan Bitung dengan tujuan Pelabuhan Tagulandang.

Kapal LCT Bora V kemudian dikabarkan hilang kontak di perairan laut Biaro Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Minggu (21/1/2024) malam.

Dikabarkan hilang kontak setelah diterjang cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.

Posisi terakhir kru kapal berkomunikasi dengan keluarga di kepulauan biaro, sekitar pukul 20.45 Wita, Minggu 21 Januari 2024.

Kapal Diduga Alami Kebocoran

Kepala Basarnas Manado, Monce Brury mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan tim pencarian.

Basarnas menerima laporan terkait kapal hilang itu pada Minggu malam dari Syahbandar Tagulandang.

"Kapal ini diduga mengalami kebocoran, mesin mati akibat diterjang gelombang tinggi," kata Monce dalam keterangan ke tribunmanado.co.id, Senin (22/1/2024).

Berdasarkan kronologi yang dilaporkan, pada Minggu pukul 21.30 Wita, LCT Bora V mengalami keadaan darurat, yakni raam door lepas akibat hantaman gelombang tinggi.

Dalam pencarian, Tim SAR yang menggunakan KN SAR Bimasena menemukan satu sekoci/perahu karet tanpa penumpang.

"Pencarian agak terkendala karena kondisi laut. Gelombang tinggi dua meter dengan kecepatan angin 15 knot," ujarnya. (HER)

Kondisi Kapal LCT Bora V Saat Hilang Kontak

Menurut informasi, kapal yang hilang kontak akibat cuaca buruk itu mengangkut dua unit mesin pembangkit listrik untuk PLTD Tagulandang.

Kapal diduga mengalami kebocoran mesin akibat diterjang gelombang tinggi.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Manado, kapal tersebut memuat 10 orang kru kapal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved