Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Patung Menari Misterius Manado Sulawesi Utara Menghilang, Penyebabnya Faktor Alam

Konon, seperti yang pernah viral beberapa tahun lalu, patung di Manado kerap kepergok menari layaknya manusia.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Patung menari di Taman Budaya Sulut, Jalan Maengket No 31, Manado, provinsi Sulawesi Utara, tak nampak lagi. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Antara fakta dan mitos. Begitulah keberadaan patung menari di Taman Budaya Sulut, Jalan Maengket No 31, Manado, provinsi Sulawesi Utara.

Patung tersebut terdiri dari dua patung pria dan wanita mengenakan pakaian adat dan memeragakan pose menari.

Konon, seperti yang pernah viral beberapa tahun lalu, patung itu kerap kepergok menari layaknya manusia.

Namun di awal 2024, patung itu menghilang.

Bukan raib secara misteri. Tapi tak bisa dilihat dari jalan raya.

Hal ini gegara rumput di sekeliling patung yang tinggi dan lebat. Atau faktor alam.

Saking lebatnya hingga tak bisa ditembus pandangan mata.

Patung menari ini viral beberapa tahun lalu setelah banyak warga yang memergokinya tengah menari. 

Ada banyak versi menarinya. Ini sesuai penampakan yang dilihat warga.

Ada yang melihat dua patung itu menari dengan hanya menggerakkan tangan.

Ada pula versi lengkap, menari dengan menggerakkan seluruh tubuh sambil terdengar musik kuno datang entah dari mana.

Juga ada warga yang mengaku melihat pemandangan non menari yang rada ekstrem, seperti patung itu tanpa kepala dan lainnya. 

Tribun mendatangi lokasi itu Kamis (11/1/2024) pagi. 

Lokasi patung sudah tertutup rumput tinggi dan lebat. Rumput datang dari bawah dan atas. Dari tanah dan pepohonan sekitarnya. Tak hanya patung, rumput itu menelan.

Tribun sempat mencoba menembus barisan rumput tapi tak kuasa.

"Wah pak  tinggi, juga ada lubang yang tak tampak hingga bisa membuat celaka," kata seorang warga setempat.

Ditanya tentang mitos patung menari, ia tersenyum. 

"Memang seperti itu," katanya.

"Tapi kini patungnya sudah tak menari lagi karena memang sudah tak nampak dari jalan," kata dia dengan berkelakar. 

Tribun lantas ketemu Dani. Yang rumahnya berada di depan jalan.

Dani menuturkan, lokasi itu tak terawat semenjak Taman Budaya pindah ke kawasan Komo.

"Di sini sering banjir, jadi pindah," kata dia.

Menurut dia, patung itu masih ada. Tapi sudah terselimuti rumput.

Terkait patung itu, ia membenarkan mitos menarinya.

"Saya pernah melihatnya pada pukul 3 pagi, kala itu ia menggerakkan kedua tangannya dan menari," kata dia.

Sebut dia, penampakan itu tak bisa ditangkap semua mata.

Hanya yang mata tajam serta yang diperkenankan.

"Ini tak bisa dilihat oleh semua orang, kalau waktunya memang pas dan dia mau menampakkan diri maka bisa dilihat," katanya.

Beberapa waktu lalu, kata dia, patung itu ramai didatangi kala malam hari.

Semuanya ingin menyaksikan patung itu menari. 

Tamu bukan hanya dari Manado, tapi juga dari luar daerah.

"Mereka pasang alat perekam dan lainnya," kata dia.

Namun banyak yang tak beruntung. Justru yang hanya kebetulan melintas, dialah yang beruntung. 

Seperti dialami Leonardus.  Ia pernah melihat patung itu menari kala melintas di sana dengan sepeda motor pada malam hari.

"Memang menari," kata dia.

Banyak sudah teori yang lahir untuk menjelaskan fenomena itu.

Ada yang menyebut, patung itu punya kekuatan magis. 

Yang lain menyebut kekuatan magis berada di sekelilingnya yang mempengaruhi patung itu dan dilihat oleh warga yang pikirannya kosong.

Namun faktanya alam lebih sakti dari kekuatan magis itu. (Art)

China Temukan Golongan Darah yang Super Langka, Hanya Selusin Orang di Jumlah Penduduk Terbesar

 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved