Pilpres 2024
Mahfud Tanggapi Rencana Prabowo Impor 1,5 Juta Sapi Perah untuk Penuhi Kebutuhan Susu
Mahfud menanggapi rencana Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto mengimpor 1,5 juta sapi perah.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Mahfud MD menyatakan dia bersama Ganjar Pranowo bertekad tidak mau impor.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud menanggapi rencana Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto mengimpor 1,5 juta sapi perah.
Prabowo ingin menyukseskan program susu gratis bagi anak-anak jika terpilih. Alasan impor lantaran produksi susu dalam negeri belum mencukupi, baru penuhi 20 persen kebutuhan nasional.
Mahfud mengatakan selama ini, Indonesia telah mengimpor sejumlah komoditas di antaranta gatam, bawang, atau buah tertentu.
Oleh sebab itu, Mahfud mengatakan dirinya bersama calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo justru bertekad tidak ingin melakukan impor.
Ha itu disampaikannya usai acara Syukuran Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GRHA Oikoumene Jakarta pada Jumat (5/1/2024).
"Ya bagus, tetapi selama ini kita yang kecil-kecil saja ngimpor, garam, bawang, buah, ternyata impor juga. Oleh sebab itu kalau kita justru tidak mau impor," kata Mahfud.
Diberitakan sebelumnya, lrogram bagi-bagi susu gratis untuk anak-anak yang diinisiasi pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan karena berujung rencana impor 1,5 juta sapi ke dalam negeri jika mereka terpilih.
Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Mulya Amri mengakui pasokan susu lokal dalam negeri tidak cukup.
Menurutnya, pasokan susu di Indonesia baru 22 persen yang bisa dipenuhi oleh pasar dalam negeri.
"Susu ini pada saat ini ya kebutuhan susu di Indonesia baru 22 persen yang bisa dipenuhi oleh pasar oleh produsen Indonesia sendiri, berarti memang masih lebih banyak yang diimpor dari luar," kata Amri kepada wartawan pada Jumat (5/1/2024).
Ia mengatakan program bagi-bagi susu gratis bisa menjadi pemicu bertumbuhnya industri susu lokal di Indonesia.
Satu di antaranya, kata dia, dengan melakukan impor sapi seperti disampaikan Prabowo.
"Jadi, ini semacam upaya untuk memaksa kita untuk menumbuhkan industri kita sendiri. Kalau kita hanya mengandalkan pada barang-barang yang sudah bisa kita produksi pada saat ini, berarti tidak ada upaya yang lebih untuk mengembangkan industri yang seharusnya ada tapi kita belum kuat," kata dia.
Oleh sebab itu, kata dia, program bagi-bagi susu gratis tidak akan langsung dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia melainkan secara bertahap.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.