Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilu 2024

Survei Pemilu 2024: PDIP-Gerindra Rebut Jokowi Efek, PSI Lolos ke Senayan

PDIP dan Partai Gerindra berebut coattail effect (efek ekor jas) Presiden Joko Widodo. Hasil survei terbaru Gerindra menyalip PDIP di Pemilu 2024.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunews
Bendera partai politik. PDIP dan Partai Gerindra berebut coattail effect (efek ekor jas) Presiden Joko Widodo. Hasil survei terbaru Gerindra menyalip PDIP di Pemilu 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - PDIP dan Partai Gerindra berebut coattail effect (efek ekor jas) Presiden Joko Widodo. Hasil survei terbaru Gerindra menyalip PDIP, sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diprediksikan tembus Parlemen Senayan (DPR RI) pada Pemilu 2024.

Demikian temuan Nusantara Strategic Network (NSN). Hasilnya, Gerindra dan PSI pada Desember 2023 mengalami kenaikan elektabilitas cukup signifikan. PDIP turun ke peringkat kedua.

Direktur Program NSN Huslidar Riandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 1 Januari 2024 menjelaskan, Gerindra meraih elektabilitas tertinggi pada Desember 2023 dengan 18,8 persen.

PDIP turun ke peringkat kedua 16,3 persen. Survei Oktober 2023, PDIP 17,5 persen, sedangkan Gerindra masih 15,4 persen.

Pada bulan November 2023, PDIP mengalami penurunan menjadi 17,2 persen dan Gerindra naik menjadi 17,6 persen.

Begitu juga dengan PSI. Pada Oktober 2023, PSI menembus 4,2 persen, lalu naik menjadi 5,4 persen pada bulan November 2023, dan kini mencapai 6,1 persen.

Menurut Riandi, menurunnya elektabilitas PDIP diperkirakan erat dengan perbedaan sikap antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam menyikapi gelaran Pilpres 2024.

PDIP adalah partai pengusung Jokowi hingga menang dua kali pemilu, yaitu pada tahun 2014 dan 2019.

Dukungan Jokowi terhadap Prabowo Subianto dinilai memberikan insentif elektoral bagi Gerindra dan sebaliknya menurunkan elektabilitas PDIP.

"Terjadi migrasi pemilih Jokowi dengan kecenderungan untuk mengalihkan suaranya kepada Gerindra sehingga elektabilitasnya naik signifikan," kata Riandi.

Buah manis coattail effect pilpres tidak hanya dirasakan Gerindra, tetapi juga PSI.

"Asosiasi kuat PSI dengan Jokowi berimbas pada lonjakan elektabilitas. PSI gencar mengampanyekan diri sebagai partai Jokowi dan menggaungkan spirit Jokowisme," terang Riandi.

PSI menunjuk Kaesang Pangarep yang merupakan putra Jokowi sebagai ketua umum di akhir September 2023, hingga mengerek elektabilitas menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen. PSI lalu memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran pada arena pilpres.

Survei NSN pada tanggal 23—27 Desember 2023 secara tatap muka kepada 1.200 responden mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Elektabilitas Parpol versi NSN:

  • Gerindra 18,8 persen
  • PDIP 16,3 persen
  • Golkar 8,8 persen
  • PKB 7,4 persen
  • Demokrat 7,2 persen
  • PSI 6,1 persen
  • PKS 4,4 persen

Partai di bawah 4 persen

  • PAN 3,2 persen
  • NasDem 2,6 persen
  • PPP 2 persen
  • Perindo 1,7 persen
  • Gelora 1,2 persen
  • PBB 0,7 persen
  • Hanura 0,6 persen
  • Partai Ummat 0,5 persen
  • Garuda 0,1 persen
  • PKN-Buruh nihil dukungan
  • Tidak jawab 18,4 persen

(Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved