Pilpres 2024
Potensi Pilpres 2024 Satu Putaran, 10 Survei: Kecil Peluang Anies-Prabowo-Ganjar
Hanya dua dari 10 hasil survei yang menunjukkan pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di atas 50 persen. Anies dan Ganjar?
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Peluang Pilpres 2024 satu putaran lebih kecil dibanding dua putaran. Hanya dua dari 10 hasil survei yang menunjukkan pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di atas 50 persen.
Tujuh hasil survei lainnya, menempatkan paslon nomor 02 Prabowo-Gibran di angka antara 40 - 50 persen. Kemudian dua hasil survei mendekati angka 40 persen
Prabowo-Gibran mencapai 50,8 persen pada survei Nusantara Strategic Network (NSN) dan Indikator Publik Nasional di angka 50,2 persen.
Direktur Program NSN Huslidar Riandi menjelaskan, elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 50,8 persen.
"Elektabilitas Prabowo-Gibran kukuh di atas 50 persen atau berpeluang menang satu putaran pada Pilpres 2024," kata Riandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 1 Januari 2024.
Dari catatan NSN, Prabowo-Gibran semakin kuat sejak didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) tiga bulan yang lalu.
Dalam satu bulan, elektabilitas Prabowo-Gibran naik dari 44,5 persen hingga 50,3 persen. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar bersaing ketat dengan Ganjar Pranowo -Mahfud Md berebut peringkat kedua.
Anies-Muhaimin 22,3 persen dan Ganjar-Mahfud 21,4 persen.
Menurut Riandi, keputusan memasangkan Prabowo dengan Gibran, yang merupakan putera sulung Presiden Joko Widodo, memberi efek elektoral yang sangat signifikan.
Masuknya Gibran dalam arena Pilpres 2024 mempertegas arah dukungan Jokowi yang semula masih samar-samar atau membagi dua antara Prabowo dan Ganjar.
"Terjadi migrasi pemilih dari semula mendukung Ganjar-Mahfud beralih kepada Prabowo-Gibran, lalu sebagian kemungkinan menyeberang ke kubu Anies-Muhaimin," Riandi menjelaskan.
Pendukung Jokowi yang awalnya masih ragu-ragu kini hampir bulat mengalihkan dukungan ke Prabowo-Gibran.
Dukungan itu makin solid setelah digelarnya debat capres tahap pertama, berlanjut dengan debat cawapres.
"Prabowo-Gibran menampilkan diri dan mempertegas posisi sebagai pasangan capres-cawapres yang paling komitmen soal keberlanjutan program-program Jokowi," Riandi menerangkan.
Sementara itu, naiknya elektabilitas Anies-Muhaimin bisa jadi karena keberhasilannya menyerap suara yang masih belum menentukan pilihan (swing voters). Lalu anjloknya dukungan kepada Ganjar-Mahfud membuat pendukungnya beralih ke Anies-Muhaimin.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.