Konflik Palestina vs Israel
Remaja Israel Banyak yang Menolak Masuk IDF, Ini Alasannya
Bukan tanpa risiko, penolakan tersebut membuat dirinya mendekam di penjara. Ia dijebloskan ke penjara oleh pihak berwenang Israel selama 30 hari.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Serangan Israel ke Palestina tak kunjung berhenti.
Hal ini membuat remaja banyak yang menolak bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel atau IDF.
Tal Mitnick (18), merupakan salah satu remaja yang menolak.
Bukan tanpa risiko, penolakan tersebut membuat dirinya mendekam di penjara.
Ia dijebloskan ke penjara oleh pihak berwenang Israel selama 30 hari.
Jika terus menolak, masa hukuman Mitnick bisa diperpanjang.
"Saya yakin bahwa pembantaian tidak bisa mengatasi masalah pemabantaian," ujar Mitnick di luar pos militer tel HaShomer yang menjadi tempat dia dipenjara, dikutip dari Sputnik News.
"Kekerasan tidak bisa mengatasi kekerasan. Dan inilah alasan saya menolaknya," katanya menjelaskan.
Sikap berani Mitnick ini membuat kawan-kawannya tergerak untuk mengikuti jejak pemuda itu.
Mereka tergabung dalam sebuah kelompok bernama Mesavrot atau 'Kami Menolak'.
Mesavrot adalah salah dari sejumlah jaringan para "aktivis dan eks penolak wajib militer".
Tujuannya ialah "mendukung penolakan secara politik dan mendorong adanya diskusi tentang penolakan di antara warga Israel".
"Saya tidak bedinas di militer bukan berarti saya mendukung Hamas. Saya bukan pendukung Hamas," kata seorang anggota Mesarvot yang berumur 17 tahun.
Dia mengatakan akan menolak bergabung dengan militer ketika umurnya sudah memenuhi syarat untuk mengikuti wajib militer.
Baca juga: GPT Kristus Gembala Manembo Minahasa Sulawesi Utara Gelar Ibadah Awal Tahun Baru 2024
Baca juga: Kalender Jawa Besok Selasa 2 Januari 2024, Weton Selasa Pon, Melambangkan Ini
"Tapi perang saat ini adalah perang balas dendam terhadap seluruh warga Gaza, bukan hanya Hamas," ucapnya.
"Suatu pembunuhan tidak bisa digunakan untuk membenarkan pembunuhan lainnya."
Menurut laporan, Mersavot dilaporkan memiliki beberapa ratus anggota.
Adapun remaja berusia 17 tahun itu mengaku mendapat ancaman pembunuhan dan merasa terkucil karena menolak berdinas di dalam militer Israel.
Pengucilan itu dipicu oleh dukungan besar terhadap perang di Gaza setelah serangan Hamas tanggal 7 Oktober lalu.
"Ketika seseorang mengaku menolak perang, dia dikutuh, diserang di media sosial, dan terkadang di jalanan, dan itu hal yang kejam dan kasar," kata seorang juru bicara Mesarvot.
Sejak negara Israel didirikan tahun 1948 silam, para pemuda Israel, baik perempuan atau laki-laki, diharuskan menjalani wajib militer.
Namun, ada beberapa yang dikecualikan karena alasan keagamaan, fisik, dan mental.
Mereka yang menolak wajib militer biasanya akan dibui hingga 10 hari. Setelah itu, kebanyakan dari mereka akan kembali dipenjara jika terus menolak.
Akan tetapi dukungan terhadap kebijakan wajib militer anjlok hingga di bawah 50 persen untuk pertama kalinya pada tahun 2021. Hal yang sama juga terjadi setahun berselang.
Korban jiwa tembus 21.672
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan korban tewas akibat serangan Israel kini mencapai 21.672.
Sementara itu, korban luka dilaporkan berjumlah 56.165.
Perang terbaru antara Hamas dan Israel meletus setelah Hamas melancarkan serangan tiba-tiba tanggal 7 Oktober lalu.
Baca juga: Gelombang Tinggi Hantam Beberapa Wilayah di Jepang Akibat Gempa Magnitudo 7,4
Baca juga: Potret Pasar 23 Maret di Kotamobagu Sulawesi Utara yang Nampak Sepi di Awal Tahun 2024
Israel kemudian melancarkan serangan balasan hingga saat ini.
Negara Zionis itu meminta Gaza diblokade dan menyatakan akan melenyapkan Hamas yang berkuasa di Gaza.
Pada tanggal 24 November 2023 Qatar menengahi gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Selama gencatan senjata tersebut terjadi sejumlah penukaran tawanan dan sandera. Di samping itu, bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza.
Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir tanggal 1 Desember 2023.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sudah Muak dengan Pemerintahnya, Banyak Remaja Israel Tolak Gabung IDF untuk Lawan Hamas.
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
| Ini Syarat Hamas Bebaskan Seluruh Sandera Israel dengan Aman dan Cepat |
|
|---|
| Ratusan Ribu Warga Gaza Terancam Lumpuh, WHO Temukan Virus Polio di Sampel Air Limbah |
|
|---|
| Jadi Senjata Makan Tuan, Peretas Israel Malah Bocorkan Info Rahasia Intelijen |
|
|---|
| Kapal Dagang Diganggu, Pemerintah Inggris Siap Luncurkan Serangan Udara ke Houthi Yaman |
|
|---|
| Pesan Militer Israel di Tahun Baru: Perang di Gaza Berlanjut Sepanjang 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-PM-Israel-Benjamin-Netanyahu-dilaporkan-tengah-melakukan-inspeksi.jpg)