Bemo Dibunuh
Sosok Bemo bagi Keluarga di Manado: di Mata Orang Dia Penjahat, bagi Kami Dia Malaikat
Sahlam, mewakili pihak keluarga di Manado Sulawesi Utara mengatakan bahwa Bemo merupakan sosok yang sangat peduli kepada sesama.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Almarhum Indra Matheos atau Bemo, bagi keluarganya dikenang sebagai sosok malaikat.
Hal itu dikatakan pihak keluarga saat Tribun Manado mendatangi rumah duka di Kelurahan Ternate Baru, Singkil Manado, Sulawesi Utara, Senin (18/12/2023).
Sahlam, mewakili pihak keluarga mengatakan bahwa Bemo merupakan sosok yang sangat peduli kepada sesama.
"Dia sangat aktif dalam kegiatan sosial masyarakat," ucap Sahlam dalam sambutannya.
Ia melanjutkan, walaupun dalam kesibukan, Indra tidak pernah lupa kepada keluargannya.
"Bahkan pada masyarakat pun tak luput dari kebaikannya," katanya lagi.
Ia mengatakan meskipun di mata banyak orang dia mungkin terlihat sebagai penjahat, namun bagi keluarganya, Indra adalah seorang Malaikat.
Menurutnya, Indra bukan hanya seorang penyayang, melainkan seorang pahlawan yang selalu siap membantu dan mendukung sesama.
Mereka berharap, amal dan ibadahnya bisa diterima oleh sang pencipta.
"Kami juga mengajak setiap pelayat untuk menaikan doa kita agar dosa-dosanya bisa dihapuskan dan diampuni," kata Sahlam.
Almarhum sudah dikebumikan di Pekuburan Keluarga Kombos Timur, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin 18/12/2023.
Sosok Bemo di Mata Karibnya dari Mahakeret Baru
Bemo dikenal sebagai preman yang rendah hati dan sosok yang menghormati orang yang lebih tua.
"Dia suka bergaul. Setiap menyapa selalu mengawali dengan sebutan, 'yang tua'," kata Muri Salu, karib Bemo di Mahakeret Barat, Senin (18/12/2023) sore.
Muri hadir di pemakaman Bemo. Menurutnya, sapaan 'Yang Tua' simbol penghormatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Rumah-duka-Almarhum-Indra-Matheos-atau-Bemo-di-Ternate-Baru-Singkil09.jpg)