Berita Viral
Viral Sosok Riska, Ternyata Seekor Buaya tapi Bukan Buaya Sembarangan
Melalui unggahan videonya di channel YouTube pribadinya, Pak Ambo bercerita kenangannya selama 26 tahun bersama Buaya Riska.
Kawasan mangrove menurut Akmal Malik diharapkan bisa menjadi wisata edukasi dan pusat kuliner Bontang.
Selain itu, juga direncanakan menjadi tempat pemindahan Buaya Riska.
Karena tidak bisa dipungkiri, adanya konten di media sosial tentang Buaya Riska, membuat Kota Bontang juga semakin terkenal di Indonesia dan mancanegara.
“Nanti bisa dibuat atraksi memberi makan buaya Riska, yang saat ini masih dititipkan di Tabang Zoo,” imbuh Akmal Malik.
Terkait hal itu, Akmal Malik menegaskan akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim terkait standar keamanan konservasi Buaya Riska di Bontang.
“Tentu kami akan koordinasi juga dengan lembaga penangkaran yang berada di bawah pengawasan BKSDA Kalimantan Timur,” sambungnya.
Tanggapan Aktivis Lingkungan
Sementara itu, Pengelola Pusat Penangkaran Mangrove sekaligus aktivis lingkungan Muhammad Ali, menyambut baik.
Dan tentu saja menyatakan kesiapannya jika kawasan itu dijadikan wisata terpadu sekaligus tempat konservasi Buaya Riska.
“Pokoknya kami siap mendukung rencana tersebut, apalagi berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” singkatnya, mengutip keterangannya dari laman resmi Pemprov Kaltim.
(TribunKaltim.co/Briandena, Muhammad Ridwan, Muhammad Fairoussaniy)
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co
Baca Berita Lainnya di: Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kebersamaan-Pak-Ambo-saat-memberi-makan-Buaya-Riska-di-Sungai-Guntung-sebelum-direlokasi.jpg)