Viral Medsos
Viral Aksi Geng Motor Curi Bensin Eceran saat Konvoi, Berbonceng Tiga hingga Langsung Tancap Gas
Peristiwa tak terpuji tersebut terjadi di kawasan Lubuk Pakam Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (30/11/2023).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru-baru ini viral di media sosial, aksi geng motor yang bikin geram publik.
Pasalnya, aksi geng motor tersebut membuat rugi salah seorang penjual bensin eceran.
Dalam video tersebut memperlihatkan Geng motor itu begitu tega mencuri bensin eceran yang ada di pinggir jalan.
Aksinya pun terekam kamera CCTV dan kini viral di media sosial.
Baca juga: Viral Caleg Bobol 18 Toko, Hasil Pembobolan Ternyata Bukan untuk Kampanye Tapi Digunakan ini Hal ini
Diketahui, peristiwa itu terjadi di kawasan Lubuk Pakam Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (30/11/2023).
Dalam unggahan Instagram @kabarnegeri, konvoi puluhan motor itu terekam jelas.
Dari puluhan motor yang konvoi itu, ada dua kali pencurian bensin eceran.
Pertama, terlihat pencuri yang berbonceng tiga menepikan kendaraan dekat bensin.
Mereka pun langsung membawa kabur satu liter bensin.
Kedua, kejadian tak lama dari itu, geng motor lainnya pun bermodus sama.
Setelah memberhentikan motor dengan tempat bensin eceran itu, seorang turun dan langsung menggasak dua bensin eceran yang ada dalam botol air mineral ukuran satu liter,
"Geng motor meresahkan warga lantaran mengambil beberapa minyak dagangan warga setempat dalam konvoinya," tulis akun tersebut.
Unggahan itu pun menuai beragam komentar dari warganet.
@moa***.
GABISA BELI BENSIN SOK SOKAN JD GENG MOTOR !! SAMPAHH !!.
@gha***.
Ya Allah pdahal ngmbil untung ga seberapa itu.
@bay***.
Semoga yang jualan minyak bertambah laris bertambah berkah, yg nyuri semoga Alloh membuka hati dan pikirannya aamiin.
@san***.
Memalukan..bisa konvooi tidak bisa beli bensin...
Rawan geng motor
Ternyata geng motor di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang memang menjadi hal yang menakutkan.
Sebelumnya, geng motor itu pun sempat meresahkan masyarakat dengan aksi tawuran yang dilakukan.
Dua kelompok geng motor itu terlihat tawuran di Jalan Sutomo Lubuk Pakam.
Mereka saling melempat batu dan sempat juga viral di media sosial.
Pada saat itu mereka menaiki beragam jenis kendaraan sepeda motor.
"Aku nggak lihat malam karena sekitar jam 01.00 itu kejadiannya. Lempar-lemparan makanya batu pun berserakan kemarin," ucap warga, Taufik dilansir dari Tribun Medan.
"Heran kita ini sama polisi ini kenapa seperti ada pembiaran. Geng motor inikan bisa berulah karena mereka merasa nggak ada diapa-apain," sambungnya.
"Nanti kalau masyarakat yang bertindak salah juga, sudah palak juga ini sama mereka," bebernya.
Mengapa geng motor sulit teratasi?
Dilansir dari Kompas.com, Kriminolog Universitas Padjajaran Yesmil Anwar mengatakan, ada beberapa faktor mengapa eksistensi geng motor yang kerap meresahkan ini sulit diberantas.
Faktor pertama adalah kegagalan keluarga dalam memberikan dan memaknai kasih sayang kepada anak.
Fenomena yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan karena orang tua yang terlalu permisif, sehingga dengan mudahnya memberikan izin anak di bawah umur untuk menggunakan motor.
Padahal, usia minimal seseorang boleh menggunakan motor adalah 17 tahun.
"Lalu juga ruang mereka untuk melakukan kegiatan ekspresi diri melalui motor ini kan tidak ada dan memang tidak disiapkan," kata Yesmil kepada Kompas.com, Rabu (27/4/2022).
Ia menjelaskan, usia remaja merupakan fase ketika seseorang gemar mengekspresikan diri.
Kondisi ini diperburuk dengan pihak sekolah yang juga membiarkan siswanya membawa motor, meski belum cukup umur.
"Jadi ini ekspresi yang terlalu bebas. Mereka (remaja) tidak tahu memegang aturan yang mana, mereka juga jadi kehilangan sistem norma yang harus dipegang. Penegak hukumnya juga lemah," ujar dia.
Dengan permasalahan yang luas ini, ia menyebut terlalu naif jika hanya menumpukan proses pemberantasan kepada pihak kepolisian saja.
Menurutnya, harus ada gerakan-gerakan terstruktur yang dilakukan selain oleh polisi di hilir, yaitu oleh orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat di hulu.
"Sistem keamanan-keamanan berbasis RT/RW juga harus dikuatkan, karena dimulainya kan daerah hulu. Saya kasian polisi, seolah-olah ketiban pulung, harus mengejar-ngejar geng motor," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id
Baca berita lainnya di: Google News
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini
Fenomena Bendera Bajak Laut One Piece Viral, Simbol Perlawanan atau Ekspresi Kreatif? |
![]() |
---|
Sosok Memed yang Dijuluki Thomas Alva Edi Sound Penemu Sound Horeg, Ternyata Bukan Orang Sembarangan |
![]() |
---|
Lutfi Haryono Pengemis di Gorontalo Dikantongi Uang Rp5,7 Juta, Dulu Viral karena Saldo Ratusan Juta |
![]() |
---|
Sosok Connie Francis Penyanyi Pretty Little Baby, Alami Kisah Tragis dan Meninggal di Usia 87 Tahun |
![]() |
---|
Sosok Sahdan Arya Maulana, Ketua RT Termuda yang Viral Cor Jalan Rusak, Ingin Jadi Gubernur Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.