Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Rafael Alun

Sosok Christofer Dhyaksadarma, Kakak Mario Dandy yang Harus Jual Ayam Goreng Demi Menyambung Hidup

Berikut ini sosok Christofer Dhyaksa Darma, kakak Mario Dandy yang harus menjual ayam goreng demi menyambung hidup.

Editor: Tirza Ponto
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO/Istimewa
Sosok Christofer Dhyaksa Darma, kakak Mario Dandy yang harus menjual ayam goreng demi menyambung hidup. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Christofer Dhyaksa Darma adalah kakak Mario Dandy Satrio.

Setelah kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio kehidupan keluarganya kini berubah.

Mario Dandy Satrio dipenjara karena kasus penganiayaan sedangkan sang ayah, Rafael Alun Trisambodo  terjerat kasus gratifikasi.

Sejumlah aset yang dimiliki Rafael Alun disita.

Kehidupan Christofer Dhyaksadarma pun kini berubah.

Christofer Dhyaksadarma atau akrab disapa Masto, merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Rafael Alun Trisambodo dan Ernie Meike Torondek.

Rafael Alun menangis saat jalani sidang lanjutan kasus gratifikasi.
Rafael Alun menangis saat jalani sidang lanjutan kasus gratifikasi. (Tribunnews/com/Irwan Rismawan)

Masto kini disebut-sebut harus berjualan ayam goreng demi menyambung hidup.

Hal itu terungkap dalam persidangan Rafael Alun.

Bahkan Rafael Alun terisak tangis saat di persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).

Rafael Alun tak kuasa menangisi mengungkapkan nasib keluarganya yang kini benar-benar jatuh miskin.

Bahkan, putranya Christofer Dhyaksa Darma terpaksa harus membuka warung makan tenda di pinggir jalan karena terdampak aset-aset Rafael Alun yang disita.

Semua aset kekayaannya turut disita hingga restoran milik keluarga pun terpaksa ditutup.

Imbasnya kini sang putra sulung, kakak Mario Dandy jualan ayam goreng di pinggir jalan.

Kakak Mario Dandy itu dikabarkan sempat mendatangi Rafael Alun ke rutan untuk meminta sokongan modal buka warung makan tenda tersebut.

"Christofer pernah datang mengunjungi saya di Rutan meminta bantuan 12 juta untuk membeli tenda, katena restoran kami yang di Jogja sudah tutup, Yang Mulia," ujarnya dengan suara bergetar dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dilansir dari Tribunnews.com, Senin (27/11/2023).

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved