Badut di Manado
Kisah Bocah Badut di Manado, Kerja Usai Sekolah, Goyang Delapan Jam Sehari
Tribunmanado bertemu dengan Cesar, Kamis (23/11/2023) malam di jalan Pierre Tendean depan Mantos.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu. Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu.
Penggalan lagu itu pas menggambarkan kisah perjuangan Cesar.
Bocah berusia 13 tahun ini sehari harinya bekerja sebagai badut lampu merah.
Pahit ia telan demi membantu orang tua. Ia tak punya mimpi lain. Selain membantu orang tua.
Tribunmanado bertemu dengan Cesar, Kamis (23/11/2023) malam di jalan Pierre Tendean depan Mantos.
Cesar yang mengenakan pakaian kodok berwarna hijau tengah asyik bergoyang menghibur para anak - anak.
Mereka ada yang sebaya dengannya, ada pula yang lebih muda, nampak gembira bergoyang bersama si kodok.
Ketika aksi usai, anak - anak ini bereburan mencolek si kodok.
Setelah puas, barulah mereka memasukkan uang ke dalam kantong si kodok.
Kemudian anak - anak itu kembali ke haribaan orang tua mereka.
Mereka nampak puas, setelah itu masuk ke Mall bersama orang tuanya.
Sementara sang penghibur masih harus melanjutkan pekerjaan.
Kodok itu terus bergoyang dan akhirnya kelelahan.
Ia mencabut topengnya.
Tampak wajah bocah yang lugu. Ia nampak letih. Keringatnya bercucuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Cesar-Bocah-13-tahun-yang-sehari-harinya-bekerja-sebagai-badut-lampu-merah087.jpg)