Bitung Sulawesi Utara
Kepala SMKN 6 Bitung Sulawesi Utara Siap Terbuka Soal Proyek Rp3,9 Miliar yang Tersendat
Aripin Abas, Kepala SMKN 6 Bitung akan buka-bukan terkait belum tuntasnya pengerjaan proyek senilai Rp 3,9 Miliar.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Aripin Abas, Kepala SMKN 6 Bitung akan buka-bukan terkait belum tuntasnya pengerjaan proyek senilai Rp 3,9 Miliar.
"Kami akan sampaikan nanti di rapat koordinasi terkait pelaksanaan pekerjaan proyek, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," turur Aripin Abas Kepala SMKN 6 Bitung, Kamis (16/11/2023).
Ia menerangkan, pelaksanaan rakor itu, adalah wajib hukumnya dalam setiap pengerjaan proyek pemerintah.
Baca juga: Proyek Rp3,9 Miliar Rehab Tiga Gedung Kelas SMKN 6 Bitung Tersendat, Dua Minggu Pekerja Tak Datang
Rakor pertama tentang penerimaan protek, kedua evaluasi pelaksanaan dan rakor ketiga evaluasi kerja total.
Dengan belum selesainya pekerjaan, akan di sampaikan dalam rapat itu yang dijadwalkan pekan depan.
Kelanjutan pekerjaan itu lanjut atau tidak ada dalam perjanjian kontrak.
"Mulai kemarin sudah kerja lagi di bagian bangun baru, sementara yang di rehab sama sekali tak ada kelanjutan pekerjaan," tandasnya.
Belum selesainya proyek pembangunan enam gedung baru dan 1 item rehab utk 3 ruang kelas tak sebanding dengan pekerjaan proyek di SMK lainnya di Bitung.
Menurut sumber, di sekolah lain ada yang sudah hampir 100 persen dan ada yang tinggal menunggu gunting pita peresmian.
Namun di SMKN 6, tiga ruang kelas yang menjadi objek Rehab sama sekali tak ada tanda kelanjutan pekerjaan.
Padahal, dua di antara ruang kelas sudah di cabut atapnya.
Satunya lagi sudah di pasang atap, tapi instalasi listrik belum kelar, begitu juga dengan prabot didalamnya.
Kemudian untuk pekerjaan bangun baru, ada ruang laboratorium kimia, fisika, bahasa beserta prabotnya, ruang UKS, ruang Osis dan ruang Bimbingan Konseling (BK) beserta prabotnya.
Tak ada tanda-tanda selesai. Padahal di papan proyek tercantum waktu pelaksanaan oleh CV Rajawali Putri Ulu 120 hari kalender kerja dimulai tanggal 23 Juni 2023, namun pengakuan sejumlah guru nanti di mulai awal Agustus 2023.(crz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Proyek-rehab-3-ruang-kelas-SMKN-6-Bitung.jpg)