Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sopir Angkot di Manado

Cerita Sopir Angkot Bertahan di Tengah Gempuran Ojek Online di Manado Sulawesi Utara

Kehadiran ojek online ini menguntungkan masyarakat, namun di sisi lain membuat penumpang angkutan umum juga berkurang.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Sejumlah angkutan umum menunggu penumpang di Kawasan Niaga 45, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2023). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Zaman semakin berkembang, mobilitas masyarakat semakin tinggi.

Aktivitas masyarakat yang kian meningkat menuntut penggunaan transportasi yang lebih cepat.

Hal itulah yang melahirkan ojek online.

Kini, ojek online ada di hampir seluruh wilayah di Indonesia, salah satunya Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kehadiran ojek online ini menguntungkan masyarakat, namun di sisi lain membuat penumpang angkutan umum juga berkurang.

Hal ini dirasakan seorang sopir angkot (mikro) bernama Rudol (28).

Selasa (14/11/2023), ketika ditemui di Kawasan Niaga 45 ia menunggu selama 15 menit untuk mendapatkan satu penumpang.

Itu pun Rudol harus berbagi dengan sopir mikro lain yang memiliki rute sama.

Ia menjadi sopir mikro baru selama tiga tahun.

Meski begitu, Rudol mengaku sering ditolak pelanggan lantaran sudah memesan ojek online.

"Kasarannya kalau tidak ada (ojek) online ini pendapatan sopir mikro banyak," ujar  Rudol, Selasa (14/11/2023).

Sehari-hari, ia melewati rute Kawasan Niaga 45-Tuminting ini dengan mengangkut penumpang paling sedikit 70 orang.

Ia memilih rute tersebut karena ramai penumpang mulai dari pedagang dan pembeli di Pasar Bersehati hingga anak sekolah.

"Paling banyak 100 penumpang, itu saja sudah dari subuh sampai malam," kata Rudol.

Ia berharap pemerintah membuat kebijakan yang tidak mematikan angkutan umum.

Pasalnya, angkutan umum tak hanya berpengaruh terhadap pendapatan sopir mikro tetapi juga arus lalu lintas.

"Kalau mikro begini kan sebenarnya bantu supaya jalan nggak tambah macet, daripada warga beli kendaraan pribadi," tutup Rudol. (*)

Baca berita lainnya di: Google News

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved