Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Ulangan 32:26-43, Karya Allah yang sempurna

Hanya Allah yang memegang kuasa untuk menghidupkan dan mematikan serta mendatangkan penyakit dan menyembuhkan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Nasa.gov
Renungan Harian Kristen, Ulangan 32:26-43, Karya Allah yang sempurna 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bumi dan isinya adalah ciptaan Tuhan yang sempurna, dan memiliki nilai seni yang sangat unik.

bahkan karya Tuhan sangat luar biasa, tak ada yang bisa menyamai.

Lukisan seorang pelukis pun tak akan bisa.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Matius 28:1-10, Berita Sukacita

Renungan harian Kristen kali ini kita belajar soal Karya Allah yang sempurna.

Ayat referensi diambil dalam Ulangan 32:26-43
 
Siapa yang tidak kenal nama Leonardo da Vinci, Vincent van Gogh, Michelangelo, dan Raphael?

Mereka adalah seniman ternama dalam bidang seni lukis dan patung.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Ayub 11:1-20, Allah Tidak Langsung Menghukum Manusia

Namun, ada yang jauh melebihi mereka, yaitu Allah. Ia adalah Seniman Agung yang karya-Nya adalah manusia yang dirancang untuk menyatakan segala karya-Nya (lih. Kej 1:26-27).
 
Allah sebagai Seniman yang baik dan penuh cinta kasih tentu selalu menjaga karya ciptaan-Nya.

Sekalipun Allah amat murka kepada umat Israel, Ia juga amat menghargai hasil pekerjaan-Nya.

Ketika Allah menyerahkan umat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, itu bukan karena Ia membuang mereka, melainkan karena Ia hendak menyatakan diri-Nya dan memulihkan kembali karya-Nya (26-27).

Baca juga: Renungan Harian Keluarga Kristen, Amos 3:8, Penyambung Lidah Allah

Kekalahan hebat yang akan menimpa umat Israel merupakan hasil karya Allah, bukan hasil karya para musuh dan bukan pula hasil karya orang Israel.

Segala malapetaka bisa terjadi bukan karena kejayaan manusia, melainkan karena kekuatan Tuhan yang mahakuasa dan mahaadil (28-35).
 
Hanya sesaat saja Allah menyerahkan karya-Nya ke tangan musuh.

Namun, sesudah itu, Ia akan mengambil kembali karya-Nya. Kehancuran dan hukuman yang diberikan adalah pelajaran yang mengingatkan semua orang akan kebesaran kuasa dan kasih-Nya.

Hanya Allah yang memegang kuasa untuk menghidupkan dan mematikan serta mendatangkan penyakit dan menyembuhkan.

Tak seorang pun akan dapat menghadapi-Nya. Hal yang harus dilakukan manusia adalah memuliakan Allah atas keadilan-Nya yang dinyatakan atas karya-Nya.
 
Kita semua adalah karya Allah yang terbaik.

Namun, pemberontakan kita telah menyebabkan diri kita tidak terlihat seperti karya Allah.

Persoalan kehidupan yang kita alami merupakan bagian yang Allah izinkan sebagai proses pembelajaran iman, dalam rangka memulihkan ketaatan serta pengakuan kita akan kuasa dan kehendak Allah.
 
Berdoalah, mintalah hikmat dari Allah, agar kita bijaksana dalam memahami kehendak-Nya di dalam diri dan hidup kita sebagai karya-Nya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved