Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran TPA Sumompo

Viral di Manado Sulawesi Utara, Kebakaran di TPA Sumompo Terjadi Lagi, Ada Ledakan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Manado, Supryatna mengatakan TPA Sumompo terbakar lagi dan memang masih berpotensi terbakar. 

Kolase/tribunmanado.co.id/Facebook Lazy Runturambi
Kebakaran di TPA Sumompo tadi malam. Warga dengar ada ledakan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sumompo Manado Sulawesi Utara dikabarkan terbakar lagi.

Terjadi tadi malam sekira Pukul 20.00 Wita.

Saat kejadian, ada warga yang mendengar ledakan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Manado, Supryatna mengatakan memang TPA Sumompo masih berpotensi terbakar. 

"Iya masih bisa terbakar," ujarnya singkat. 

TPA Sumompo Manado Sulawesi Utara pertama kali terbakar parah yakni pada Minggu 1 Oktober 2023.

Sudah 32 hari sejak saat itu, memang beberapa kali TPA Sumompo terbakar lagi, namun beberapa hari terakhir terpantau tidak ada api besar. 

Kini TPA Sumompo terbakar lagi. 

Anak-anak dan Lansia Sempat Mengungsi

Kebakaran di TPA Sumompo Tuminting Manado Sulawesi Utara mengakibatkan asap tebal menutupi pemukiman warga di Kelurahan Buha. 

Hal tersebut membuat bayi dan lansia mengungsi.

Sejumlah warga mengaku, mata mereka mulai perih dan menderita sesak nafas. 

Penjelasan DLH, Penyebab Kebakaran TPA Sumompo

Sebelumnya sudah dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Franky Porawouw apa penyebab TPA Sumompo terbakar. 

Menurutnya, kebakaran dipicu akibat tingginya gas metan yang berada di bawah tumpukan sampah.

"Memang sewaktu-waktu bisa terbakar karena kandungan asam gas yang berada di dalam tumpukan. Jadi kapanpun dia bisa terbakar seperti ini," ujarnya, Senin (2/9/2023).

Franky Porawouw menyebut mereka sudah melakukan penyemprotan dengan eco enzyme di TPA Sumompo.

Namun karena gas metan yang cukup tinggi, eco enzyme yang dibuat terbatas.

Eco enzyme adalah larutan kompleks hasil fermentasi dari limbah organik seperti limbah buah dan sayuran dengan gula merah atau molase dan air dengan bantuan mikroorganisme selektif dari kelompok jamur dan bakteri selama tiga bulan.

"Kami berupaya beberapa hari ke depan akan terus melakukan pemadaman," jelasnya.

Franky Porawouw mengatakan ke depan akan menggunakan tanah untuk menutup tumpukan sampah yang ada.

"Jadi sesudah ini, kajian dari beberapa pihak kita padamkan api dulu lalu menutupnya dengan tanah," jelasnya. (*)

Baca berita-berita terbaru Tribun Manado di: SINI

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved