Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Amos 3:3, Janji Tuhan
Ketika mereka bertobat, barulah Allah berbelas kasihan, Dia mengampuni dan memulihkan serta menolong umat-Nya yang berseru pada-Nya.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Memang Allah memiliki otoritas mutlak menentukan pilihan-Nya.
Akan tetapi, Allah melihat hati setiap orang. Tidak serta merta langsung dijadikan umat pilihan-Nya, tanpa alasan.
Nabi Amos menguak kenapa Allah memilih Israel sebagai bangsa kesayangan-Nya.
Dia mengibaratkan ada dua orang yang akan berjalan bersama menuju tujuan yang sama dan dengan maksud yang sama pula.
Hal itu hanya akan terjadi jika ada perjanjian di antara keduanya untuk berjalan bersama, seiring sejalan, menuju tujuan yang sama dan dengan maksud ataupun target yang sama.
Ya, Allah memilih Israel karena ada perjanjian antara Allah dengan leluhur atau nenek moyang Israel.
Yakni Abraham, Ishak dan Yakub. Terutama kepada Abraham.
Karena Abraham adalah sosok lelaki yang sangat setia dan taat kepada Allah. Dia menyerahkan hidupnya seutuhnya kepada Allah.
Dia melakukan semua kehendak dan perintah Allah dalam hidupnya.
Bahkan, ketika Allah mencobai dia, Abraham dengan hati yang sungguh dan tulus, dia rela menyerahkan anaknya satu-satunya untuk dijadikan korban sembelihan untuk Allah.
Ishak anaknya yang siap disembelih, pasrah sepenuhnya kepada ayahnya.
Ketika dia diikat dan diletakkan di atas tumpukan kayu untuk dibakar sebagai persembahan, Ishak tidak protes.
Sementara Abraham melakukan semuanya dalam ketaatan kepada Allah.
Itulah sebabnya, Allah sangat mengasihi Abraham.
Allah berjanji kepadanya akan menjadikan dia (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dengan keturunannya tak terhitung, yakni seperti pasir di laut dan bintang di langit banyaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-harian-hari-ini-mengenai-Berjalan-Bersama-Tuhan-di-Jalan-yang-Sama.jpg)