Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelatihan P3PD Kemendagri

Cerita Peserta Pelatihan P3PD, Laudi Maliangkay: Aspirasi Kaum Muda Membawanya Jadi Kades Karondoran

Laudi Maliangkay menceritakan awal mula menjabat sebagai Kepala desa lewat podcast mobile di Hotel Peninsula, Kota Manado, Sulawesi Utara.

tribunmanado.co.id/Petrick Imanuel
Laudi Maliangkay selaku Kepala Desa Karondoran, Kecamatan Langowan Timur, Minahasa, Sulawesi Utara 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Desa Karondoran, Langowan Timur, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), menjadi salah satu peserta pelatihan P3PD Kemendagri di Hotel Peninsula, Jumat (27/01/2023).

Berawal dari aspirasi kaum muda Laudi Maliangkay akhirnya memutuskan maju dalam pemilihan Kepala Desa Karondoran, Langowan Timur, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). 

Laudi Maliangkay menceritakan awal mula menjabat sebagai Kepala desa, awalnya dia belum bersedia untuk dicalonkan sebagai kepala desa karena merasa masih belum cukup persiapan.

"Sempat ditawarkan tapi masih menolak," jelasnya saat ditanya Tribunmanado.co.id, Jumat 27/01/2023.

Sampai akhirnya anak sekumpulan anak muda yang datang dan memberikan dukungan penuh agar dirinya bisa maju dalam pencalonan Kepala Desa Karondoran.

"Dari situ, saya memberanikan diri untuk maju dalam pemilihan waktu itu," ucapnya.

Laudi kemudian mengadakan blusukan ke setiap rumah masyarakat serta membuat rencana program apa saja yang akan dia lakukan ketika terpilih menjabat nanti.

"Biasanya keluar pagi antar istri (Lanny Sekeon) ke sekolah karena dia guru, habis itu lanjut untuk blusukan ke rumah masyarakat sampai larut malam.

Istri waktu itu sangat mendukung bahkan dia tetap berdoa untuk saya supaya bisa terpilih sebagai kades," lanjutnya.

Akhirnya pada 17 Mei 2017 dirinya dilantik sebagai Kepala Desa Karondoran.

"Itu semua terjadi karna Tuhan serta berkat dukungan keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

Dia menceritakan bagaimana dirinya harus menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin desa.

"Yang pasti tidak mudah, karna kerja kita itu 1x24 jam. Tiba-tiba ada masalah larut malam, harus kita atasi tapi itulah tugas saya sebagai kepala desa," ucap pria kelahiran Langowan, 24 November 1969.

Diakhir podcast dia memberikan pesan-pesan bagi setiap kepala desa yang saat ini sedang melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

"Kita bekerja untuk kesejahteraan masyarakat. Pemberian diri itu penting karena itu semua untuk kemajuan desa," pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved