Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Beras

Rafik Penjual Beras di Bitung: Alhamdulillah, Sedikit-Sedikit Ada yang Beli Meski Harga Naik

Akibat dari kenaikan harga beras yang telah berlangsung hampir tiga bulan berdampak warga yang beli beras.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Suasana tempat jual beras di Pasar Girian, Bitung, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Rafik Katili (44), satu diantara penjual beras di Pasar Girian, Bitung, Sulawesi Utara, mengatakan faktor kenaikan harga beras lantaran kemarau berkepanjangan.

"Musim panas, ya alhamulillah meski harga naik pembeli ada bair hanya sedikit," kata Rafik, Kamis (26/10/2023).

Di dalam kiosnya ada tumpukan karung beras, yang dibeli dari Makassar, Palu dan Kotamobagu.

Bisa bertahan hingga dua pekan, untuk stok jualan.

Akibat dari kenaikan harga beras yang telah berlangsung hampir tiga bulan berdampak warga yang beli beras.

"Sebelum harga naik, warga biasa sekali beli 5 liter beras. Tapi karena harga naik hanya membeli 2 dan 3 liter," kata dia.

Rafik yang sudah empat tahun jual beras, memperkirakan harga beras akan stabil di awal tahun 2024.

Berkut daftar harga beras yang harganya masih naik di Pasar Girian:

Membramo 1 liter 12 ribu dari Rp 10 ribu, kalau per kilo dari Rp 12 ribu ke Rp 14 ribu

Super Win Kota per liter Rp 13 ribu sebalumnya Rp 11 ribu per liter, per kilo Rp 15 ribu sebelumnya Rp 14 ribu.

Beras Pulo atau ketan putih per liter Rp 14 ribu dari Rp 12 ribu dan per kilo Rp 17 ribu dari Rp 15 ribu.

Superwin Ladang per kilo Rp 13 ribu sbelumnya Rp 10 ribu, per liter Rp 15 ribu sebelumnya Rp 12 ribu.

Beras premium Rp 16 ribu per kilo dan per liter Rp 14 ribu. (crz)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved