Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sitaro Sulawesi Utara

Kekeringan Landa Sitaro Sulawesi Utara, Warga di 5 Kecamatan Kesulitan Air Bersih

Kemarau berkepanjangan melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Octavian Hermanses/Tribun manado
Posko Tanggap Darurat Kekeringan dan Rawan Air yang disiagakan pemerintah daerah di kompleks kantor bupati di Kelurahan Ondong Siau Barat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kemarau berkepanjangan melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kondisi ini mengakibatkan kekeringan di berbagai wilayah di daerah berjuluk Bumi Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo (Karamando) itu.

Masyarakat pun kesulitan mendapatkan pasokan air guna keperluan sehari-hari, baik itu untuk dikonsumsi maupun mandi atau mencuci.

Masyarakat menengah ke atas bisa mendapatkannya dengan cara membeli air bersih melalui jasa PDAM atau penjualan-penjual perorangan.

Sementara masyarakat menengah ke bawah hanya bisa berharap bantuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air.

Adapun daerah-daerah yang masuk dalam kategori krisis air antara lain Kecamatan Siau Timur, Siau Barat Utara, Siau Tengah, Kecamatan Tagulandang serta Kecamatan Tagulandang Utara.

Menyikapi kondisi ini, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro menyiapkan Posko Tanggap Darurat Kekeringan dan Rawan Air.

Poskos yang terletak di Taman Pala kompleks kantor bupati di Kelurahan Ondong Siau Barat itu menyiagakan tiga unit armada mobil pengangkut air bersih.

Unit pertama berupa mobil pemadam kebakaran milik BPBD Sitaro, seterusnya unit kedua berupa mobil pemadam kebakaran Dinas Satpol-PP dan Damkar serta unit ketiga berupa mobil tangki air milik Dinas PU Sitaro.

Ketiga armada itu disiagakan oleh pemerintah daerah untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat melalui permintaan dari aparat pemerintah kelurahan/kampung.

"Ya, posko ini (tanggap darurat kekeringan) sudah berdiri sejak tanggal 14 Oktober. Rencananya sampai 27 Oktober atau kurang lebih dua minggu," kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Sitaro, Sonny Belserang, Selasa (24/10/2023).

Menurut Sonny, keberadaan Posko Tanggap Darurat Kekeringan dan Rawan Air merupakan tindaklanjut dari status Tanggap Darurat atas kondisi kekerangan yang terjadi selama ini.

Dimana pada posko tersebut, selain disiagakan tiga unit armada mobil penangkut air, juga disiagakan petugas dari BPBD, Dinas Satpol-PP dan Damkar serta Dinas PU.

"Setiap permintaan air yang masuk dari pemerintah kelurahan atau kampung langsung ditindaklanjuti oleh petugas yang berjaga di poskok tersebut," ungkap Sonny.

Ia pun membenarkan lima Kecamatan ada di wilayah Siau dan Tagulandang yang menjadi daerah kekeringan sehingga membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved