Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pasar Bersehati Manado

Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara

Harga tersebut tetap bertahan kurang lebih selama empat bulan terakhir ini.  Salah satu pedagang daging, mengatakan harga daging stabil sejak kemarin.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku
Pedagang ayam di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (24/10/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga daging ayam dan sapi terhitung stabil di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara.

Pantauan tribunmanado.co.id, Selasa (24/10/2023), harga daging ayam Rp 33 ribu per kilogram di Pasar Bersehati

Sedangkan untuk harga daging sapi juga masih stabil di angka Rp 125 ribu per kilogram.

Harga tersebut tetap bertahan kurang lebih selama empat bulan terakhir ini. 

Akbi, salah satu pedagang daging, mengatakan harga daging stabil sejak kemarin. 

"Harga stabil, daging ayam dan sapi saat ini," ucapnya. 

Kata Akbi, stok daging ayam dan sapi banyak di Pasar Bersehati.

"Banyak yang masuk saat ini, ayam kami saja ini beli habis," ujarnya.

Pedagang Keluhkan Harga Beras di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara Tak Kunjung Turun

Harga beras masih mahal di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara.

Baca juga: Link Nonton Live Streaming Braga FC vs Real Madrid

Baca juga: Chord Lagu Aishiteru 3 - Zivilia - Kunci Dasar C

Pantauan tribunmanado.co.id, Selasa (24/10/2023) beras dijual bervariasi sesuai jenisnya mulai harga Rp 14.500 ribu- Rp 16 ribu per kilogram.

Padahal sebelumnya, beras dijual dengan harga Rp 12 ribu-Rp 13.500 per kilogram.

Kenaikan harga beras ini mendapat berbagai keluhan dari pedagang dan pembeli.

Bahkan pedagang menilai pemerintah hanya sibuk dengan urusan Pemilu sehingga masalah kenaikan harga beras tidak diurus.

Pasalnya sudah masuk satu bulan belakangan ini harga beras belum juga turun.

Harga beras di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara
Harga beras di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara (Ferdi/Tribun Manado)

"Beras mahal cuma pemerintah seakan-akan diam saja, justru terlalu sibuk dengan urusan Pemilu," ucap Antonio salah pedagang beras.

Kata Antonio kenaikan harga beras berpengaruh kepada penurunan omset.

"Omset kita turun karana harga beras mahal jadi masyarakat lari ke bulog yang sedikit murah otomatis kita yang tidak ada bulog rugi," pungkasnya.

Tutur Antonio, seharusnya pemerintah secepatnya mencari solusi agar harga kembali normal.

Baca juga: Lahir dari Keluarga Birokrat, Savira Manoppo jadi Pegawai Bank yang Disiplin di Kotamobagu

Baca juga: Kekeringan Landa Sitaro Sulawesi Utara, Warga di 5 Kecamatan Kesulitan Air Bersih

"Bila perlu impor saja dari pada naik terus ini baras, jadi tolong pemerintah cari solusi," pungkasnya.(*)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved