Kabar Israel Palestina
Korban Tewas Perang Israel dan Hamas Palestina Capai 4.000 Orang
Data terbaru korban tewas perang Israel dan Hamas Palestina capai 4.000 Orang. Sebanyak 120 orang Israel diculik oleh Hamas sejak serangan 7 Oktober
pada pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 plus memenangkan bentrok dengan gerakan perlawanan Palestina lainnya yakni Fatah.
Hamas lahir dari sebuah organisasi Islam yang lebih tua dan lebih besar, yaitu Ikhwanul Muslimin.
Bagaimana kisah berdirinya Hamas dan apa hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin?
Berikut ulasan singkatnya.
Nama Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah, dipilih oleh para pendiri Hamas pada tahun 1987, ketika mereka memutuskan untuk memisahkan diri dari Gerakan Amal, sebuah sayap sosial dari Ikhwanul Muslimin di Palestina.
Gerakan Amal didirikan pada tahun 1973 oleh Syaikh Ahmad Yasin, seorang ulama dan aktivis Islam yang juga merupakan anggota Ikhwanul Muslimin.
Ikhwanul Muslimin sendiri adalah sebuah organisasi Islam transnasional yang didirikan oleh Hasan al-Banna di Mesir pada tahun 1928.
Organisasi ini memiliki tujuan untuk mengembalikan kejayaan Islam dengan menerapkan syariah dan mendirikan negara Islam.
Ikhwanul Muslimin kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Palestina, yang saat itu berada di bawah mandat Inggris.
Di Palestina, Ikhwanul Muslimin bergerak di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan dakwah.
Mereka juga terlibat dalam perlawanan bersenjata melawan Inggris dan Zionis, tetapi tidak seaktif dan seorganisir gerakan nasionalis sekuler seperti Fatah.
Hal ini berubah ketika Israel menduduki Gaza dan Tepi Barat pada tahun 1967, yang memicu kemarahan dan frustrasi rakyat Palestina.
Syaikh Ahmad Yasin, yang saat itu menjadi pemimpin Gerakan Amal, melihat peluang untuk menggalang dukungan rakyat dengan menawarkan bantuan sosial dan layanan kesehatan kepada para pengungsi dan korban pendudukan Israel.
Selain itu, ia juga mulai membentuk kelompok-kelompok milisi yang terlatih dan bersenjata untuk melawan Israel secara diam-diam.
Pada tahun 1987, ketika terjadi Intifadhah Pertama, sebuah pemberontakan rakyat Palestina melawan Israel, Syaikh Ahmad Yasin dan para pengikutnya memutuskan untuk mendeklarasikan diri sebagai Hamas, sebuah gerakan perlawanan Islam yang independen dari Ikhwanul Muslimin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Israel-kembali-serang-jalur-Gaza-Palestina-Serang-hancurkan-tempat-persembunyian-Hamas1.jpg)