Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Kopi Sianida

Kejanggalan Kasus Kopi Sianida Kini Jadi Sorotan, Dulu Ditangani Ferdy Sambo dan Krishna Murti

Pengacara Jessica Wongso, Otto Hasibuan blak-blakan membahas kembali soal kasus kopi sianida.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribunnews/Youtube
Kasus Kopi Sianida kembali Jadi Sorotan, Nama Ferdy Sambo Disebut hingga Krishna Murti jadi perhatian 

Bahkan, pada pemeriksaan pertama, di jasad Mira Salihin tidak dtemukan adanya indikasi sianida.

Lalu, beberapa ciri dari jasad korban pun tidak seperti meninggal karena sianida saat itu.

 

"Waktu Mirna meninggal, dokter yang pertama kali memeriksa jasadnya itua adalah dokter Jaya, dia yang meriksa, dia yang mencet-mencet tubuhnya, dia yang mencium mulutnya dan dia memberikan keterangan dia tidak menemukan ciri-ciri sianida.

Karena ciri-ciri sianida menurut dia dari mulutnya rasanya olmah, ternyata menurut dia tidak ada.

Kemudian bibirnya biru, kukunya biru semua, kalo ini ini ciri-cirinya ini bukan sianida," jelas Otto Hasibuan di Youtube Dedi Corbuzier yang dikutip TribunnewsBogor.com, Minggu (8/10/2023).

Mendengar hal itu, Dedi Corbuzier pun semakin penasaran.

"Menurut dokter meninggalnya karena apa?"

Otto Hasibuan pun menjawab kalau tidak ada hasil autopsi maka tidak sah untuk dipersidangkan.

"Terang dikatakan di persidangan tidak karena sianida, tidak bisa karena tidak diautopsi.

Tidak boleh seorang di dunia ini bisa memastikan seseorang itu sebabnya mati karena apa dan tiba-tiba tanpa diautopsi."

Lalu, ia juga membandingkan kasus yang suatu pernyataan tewasnya orang harus melalui bukti autopsi.

Seperti halnya kejadian penembakan Presiden John F Kennedy.

Bahkan, kasus Ferdy Sambo pun turut ia jadikan contoh.

"Saya kasih cerita sedikit, Presiden John F Kennedy dia itu kita liat di TV jelas ditembak, tapi tidak pernah dinyatakan langsung dia mati karena ditembak peluru, setelah diautopsi baru dinyatakan mati ditembak.

Apakah waktu itu karena ada ahli kita Beng Beng Ong dia lihat diusir dideportasi jadi tidak mau atau tidak, tapi kita sempat ada kontak melalui dokter Jaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved