Pelatihan P3PD Kemendagri
Pelatihan P3PD Angkatan Keempat, Dirjen Bina Pemdes Ajak Aparatur Desa Bikin Kemajuan di Desa-Desa
Eko Prasetyanto Purnomo Putro dari Kota Bandar Lampung mengajak aparatur desa untuk membuat kemajuan di desa-desa
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelatihan Penguatan Program Pemerintah dan Pembangunan Desa (P3PD) dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI membawa banyak pengetahuan bagi peserta.
Pelatihan P3PD angkatan keempat, di Sulawesi Utara, ada 288 Aparatur Pemerintahan Desa berasal dari 72 desa di empat kabupaten yakni Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, dan Minahasa Selatan yang ikuti, di Hotel Peninsula, Kota Manado, Selasa (3/10/2023).
Selama tiga hari meraka menerima banyak teori dan praktik dari berbagai narasumber yang alih di bidangnya.
Tentunya dengan harapan pengetahuan yang didapat oleh para peserta ini akan membawa kemajuan bagi desanya masing-masing.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eko Prasetyanto Purnomo Putro dari Kota Bandar Lampung mengajak aparatur desa untuk membuat kemajuan di desa-desa. Hal ini penting supaya desa menjadi sentra ekonomi dan tidak ditinggalkan oleh generasi mudanya.

Eko mengungkapkan hal ini ketika membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa angkatan keempat, di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (03/10/2023).
Pelatihan ini bagian Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Program ini kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia (World Bank).
"Mari buat kemajuan. Program 4 hari ini jadi pemicu, tapi selanjutnya terserah bapak dan ibu, bagaimana dan ke arah mana kemajuan ini akan dibawa," katanya.
Menurutnya, transfer dana yang besar ke desa bisa digunakan untuk membuat kemajuan di desa. Kondisi saat ini, kata Eko, berbeda dengan di masa lalu, dimana dana desa yang minim. Di masa lalu, anggaran desa hanya sekitar Rp 50 juta. Sementara saat ini, desa mendapatkan anggaran yang cukup besar.
Selain itu, teknologi digital yang ada saat ini juga mempermudah para aparatur desa untuk mendapatkan berbagai informasi yang berguna guna mendorong kemajuan di desa masing-masing.
"Teknologi sudah memungkinkan. Lihat desa-desa yang maju. Kunjungi, studi banding, ATM. Dulu tidak ada anggaran, sekarang kurang apa? Jadi tinggal komitmen kita saja, " paparnya.
Direktur Fasilitasi LKAD, PKK, dan Posyandu Chaerul Dwi Sapta menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan selama 8 minggu di 33 provinsi, sejak minggu ke-3 bulan September hingga minggu ke-2 bulan November 2023.
"Dan saat ini telah memasuki angkatan keempat," ujarnya. Ia menjelaskan, berdasarkan data National Management Concultant (NMC), sampai saat ini 21.190 peserta telah dilatih dari target 133.832 (16 persen) secara nasional. Sedangkan, jumlah desa yang telah dilatih mencapai 5.576 desa dari target 33.458 desa (17 % ). (edi)
Tahap Dua Program Pelatihan P3PD Kemendagri Bakal Digelar Kembali Tahun Depan Setelah Pemilu |
![]() |
---|
Digelar Sebanyak 13 Gelombang, Pemprov Sulut Harap Pelatihan P3PD Kemendagri Ada Tahun Depan |
![]() |
---|
Fransiskus Mandagi Tekankan 10 Program Pokok PKK dalam Pelatihan P3PD Kemendagri di Manado |
![]() |
---|
Pelatihan P3PD di Sulut, Grace Sangian Tekankan Aparatur Desa Manfaatkan BUMDes dengan Bijak |
![]() |
---|
Potret Pelatihan P3PD Gelombang 13 Kemendagri RI Hari Kedua di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.