Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Daftar Korban G30S PKI 1965, 6 Jenderal dan 1 Perwira TNI AD, Ahmad Yani hingga Pierre Tendean

Daftar Korban G30S PKI 1965. Sebanyak 6 Jenderal dan 1 Perwira TNI AD. Jenderal Ahmad Yani, Jenderal D.I Panjatian hingga Lettu Pierre Tendean.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Daftar Korban G30S PKI 1965. Sebanyak 6 Jenderal dan 1 Perwira TNI AD. Jenderal Ahmad Yani, Jenderal D.I Panjatian hingga Lettu Pierre Tendean. 

Piere Tendean pernah menjabat sebagai Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan di Medan.

Pada April 1965, perwira muda ini diangkat sebagai ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution.

Ketika bertugas, Pierre Tendean tertangkap oleh kelompok G30S. Dia mengaku sebagai AH Nasution sehingga ikut tewas dalam pemberontakan G30S/PKI.

Kisah Mayjen DI Panjaitan Dibunuh Pemberontak G30S PKI. Dua anggota keluarganya juga ikut ditembak.
Kisah Mayjen DI Panjaitan Dibunuh Pemberontak G30S PKI. Dua anggota keluarganya juga ikut ditembak. (Twitter @Mah5Utari)

Proses evakuasi tujuh jenazah di Lubang Buaya

Dilansir dari Kompas.com (2019), penemuan korban peristiwa G30S PKI tidak lepas dari peran Sukitman, anggota kepolisian yang sempat dibawa paksa ke Lubang Buaya oleh kelompok G30S pada 1 Oktober 1965. Namun, dia berhasil meloloskan diri.

Ketujuh korban itu ditemukan oleh satuan Resimen Para Anggota Komando Angkatan Darat (RPKAD) di kawasan hutan karet Lubang Buaya. Jenazah itu ditemukan di sumur tua dengan kedalaman kurang lebih 12 meter.

Saat ditemukan, sumur tua itu ditimbuni dedaunan, sampah kain, dan batang-batang pisang.

Jenazah yang ada di tumpukan paling atas adalah Lettu Pierre A Tendean.

Jenderal A Yani ada di tindihan keempat, DI Panjaitan di posisi paling bawah, dan MT Haryono di atasnya.

Tim dari AL yang ikut mengevakuasi jenazah mengalami kesulitan di hari pertama upaya pengangkatan jenazah.

Proses pengangkatan dimulai pada Minggu, 3 Oktober 1965. Namun, jenazah baru bisa diangkat pada Senin, 4 Oktober 1965 menggunakan tabung zat asam oleh evakuator.

Kemudian, sekitar pukul 19.00, jenazah-jenazah tersebut ditempatkan di Aula Departemen Angkatan Darat di Jalan Merdeka Utara.

Ketujuh perwira itu dikebumikan di Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata pada 5 Oktober 1965, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-20 Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Ketujuh korban kemudian dianugerahi gelar sebagai pahlawan revolusi.

Baca juga: Sejarah G30S PKI di Rumah Jenderal Ahmad Yani, Cerita Eddy Yani yang Saksikan Kematian Sang Ayah

Tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved