Minahasa Sulawesi Utara
Hadiri Peringatan Harganas ke-30, Penanganan Stunting Jadi PR Pemkab Minahasa Sulawesi Utara
Pemkab Minahasa diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Lynda Watania menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Lynda Watania menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023 tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Harganas tahun 2023 tingkat Provinsi Sulut ini, dirangkaikan dengan kunjungan kerja Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, SpOG (K).
Kegiatan dilaksanakan di Ruang Terbuka Publik, Kabupaten Minahasa Selatan, digelar dagang produk yang dilakukan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Serta Gelar Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), pelayanan kesehatan dan KB, juga pementasan seni budaya dari 15 kabupaten kota se-Sulut.
Dikesempatan itu, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo pun mengajak masyarakat Sulut untuk menjadikan keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia.
"Program peningkatkan kualitas keluarga harus disukseskan. Wanita melahirkan anak lebih tidak masalah, yang paling penting jaga jarak kelahiran," kata Hasto.
Hasto juga menjelaskan ciri-ciri anak stunting, dan mengajak setiap keluarga agar menjaga kebersihan lingkungan, serta menata sanitasi sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting.
"Akhir 2023, stunting ditargetkan menjadi 17 persen. Dan tahun 2024 menjadi 14 persen sesuai apa yang diharapkan Pak Presiden Joko Widodo," ujarnya.
Usai menghadiri kegiatan, Sekda Lynda Watania mengatakan bahwa momentum Harganas ke-30 ini, ia mengajak masyarakat Minahasa, untuk memahami pentingnya pembangunan keluarga.
Terkait stunting, Watania mengatakan, Pemkab Minahasa terus berupaya menurunkan angka masalah gizi kronis.
Bahkan, saat ini, Pemkab Minahasa berhasil menekan angka stunting hingga 16,5 persen dari target yang ditetapkan secara nasional, yakni 14 persen.
"Saat ini, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalalm rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024, dengan target penurunan 14 persen," jelas Lynda Watania.
Dirinya menyebut, upaya penanganan stunting di Minahasa harus menjadi prioritas, dan memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak.
"Komitmen ini harus tetap dijaga, dan betul-betul dibuktikan pelaksanaannya sampai ditingkat kelurahan maupun desa," pungkasnya.
Pada kegiatan itu, turut mendampingi Sekda Minahasa, Kadis PPKB Dra Meita Aguw, Kadis Dukcapil Meidy Rungakuan SH MAP, Kadis Sosial dr Maya Rambitan MKes, Kadis Kesehatan dr Olivia Rattu, Kadis Pertanian Dr Margareta Ratulangi, Kadis Kelautan Ir Lendy Aruperes, dan Kadis Pangan Drs Stedi Sumual. (Mjr)
Baca juga: Kelurahan Kakaskasen Dua di Tomohon Sulawesi Utara Juara V ADWI 2023 Kategori Kelembagaan dan CHSE
Baca juga: Profil 2 Jenderal Purnawirawan Polri Berdarah Sulawesi Utara yang Maju Sebagai Calon Legislatif
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Polisi Tangkap Seorang Pengedar Sabu di Minahasa Sulawesi Utara, Pelaku Sempat Melawan Petugas |
![]() |
---|
Proyek Pamsimas Wasian Minahasa Belum Maksimal, Pemdes akan Pakai Dana Desa untuk Operasional |
![]() |
---|
Proyek Pamsimas Rp 400 Juta Dibidik Kejari Minahasa, Kades Wasian Diperiksa |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Kronologi Pembunuhan di Desa Temboan Minahasa, Pelaku Diancam Hukuman Mati |
![]() |
---|
Sosok Shefatia Taroreh, Pembawa Baki Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Langowan Raya Minahasa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.