Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kekerasan Anak di Sulut

Daftar Kasus Kekerasan Anak Menonjol di Sulawesi Utara, Ada yang Dibunuh Orang Tua Kandungnya

Kasus kekerasan terhadap anak masih menonjol di Sulawesi Utara. Bahkan, beberapa kasus hingga menyebabkan sang anak meninggal dunia.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
internet
stop kekerasan anak 

Bercak darah ditemukan di atas sprei kasur tersangka Jemmy Tambanua yang membunuh bocah perempuan berumur 5 tahun bernama Manda di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Darah tersebut bukan akibat dari rudapaksa yang dilakukan tersangka.

"Darah itu berasal dari hidung korban akibat dicekik oleh tersangka," jelas Kapolres Kotamobagu, AKBP Dasveri Abdi, Jumat (17/3/2023).

Tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," jelasnya.

Diketahui Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Diduga kuat korban dibunuh oleh tersangka dengan cara dicekik lehernya. Setelah itu pelaku membuang jasad korban di sekitar Desa Ponompiaan, Kabupaten Bolmong, selanjutnya melarikan diri ke wilayah Gorontalo. Motifnya pelaku kesal terhadap ayah korban karena sering memutar musik dengan volume tinggi,” jelas Kombes Pol Jules Abast, Kamis (16/2/2023) malam.

Jasad korban ditemukan warga di Jalan Trans Sulawesi Utara, Desa Ikarat, tepatnya di perkebunan Ponompiaan, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong, pada Kamis (16/2/2023) sekitar pukul 12.00 Wita.

3. Kasus ibu bunuh balitanya di Minut

Seorang ibu diduga menghabisi nyawa bayinya sendiri di Perum CBA GOLD, Desa Mapanget Jaga XIX, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara.

Peristiwa terjadi di sebuah rumah kontrakan pada Kamis (4/8/2022) pukul 13.00 Wita.

Sang bayi yang masih berusia 17 bulan tersebut ternyata jadi sasaran kekesalan ibu kandungnya sendiri yang berinisial AA (23).

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, mengatakan bahwa bayi berinisial AS tersebut meninggal dunia karena dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri karena sakit hati suaminya jarang pulang.

Tersangka sedang menyuapi korban untuk makan, namun korban tidak mau makan dan rewel.

Korban disentil oleh ibu kandungnya.

Baca juga: Gempa Bumi Terkini Sabtu 26 Agustus 2023, Pusat Guncangan di Darat, Berikut Info BMKG Magnitudonya

Baca juga: Renungan Harian Kristen, 2 Timotius 2:3, Penderitaan dan Mujizat

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved