Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Mazmur 32:1-2, Rahasia Kebahagiaan
Mereka berpikir bahwa kebahagiaan dapat diraih dengan memiliki harta, tahta atau pengaruh yang besar.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
‘ Beruang’ terbesar Wall street, Jessi Livermore, kepala monopoli terbesar, Ivan Krueger, Presiden Bank Modal International, Leon Fraser, ketiganya meninggal dunia karena bunuh diri.
Mereka semuanya telah berhasil dalam seni membuat penghidupan, tetapi tak seorangpun di antara mereka itu telah belajar “Bagaimana Harus Hidup”.
Kehidupan raja Daud, tidak berbeda dengan ahli-ahli keuangan di atas, yang sama-sama memiliki harta, tahta dan pengaruh yang besar, serta sama-sama orang berdosa.
Daud pernah berzinah dengan Batsyeba.
Ia merencanakan pembunuhan kepada Uria dan dengan kekuasaannya menyuruh Yoab panglima tetataranya untuk membunuh Uria, suami dari Batsyeba.
Tetapi yang membedakannya adalah raja Daud mengerti bagaimana harus hidup.
Ia tahu bahwa rahasia kebahagiaan itu tidak datang dari harta yang terus bertambah atau pada kekuasaaan/tahta (baca Mamur 62:11c-13), tetapi kebahagiaan itu datang dari hati yang hancur kepada Tuhan.
Ia menyadari bahwa ia adalah orang berdosa, yang membutuhkan pengampunan.
Dan pengampunan itu ia dapati ketika ia datang kepada Tuhan dan dengan sungguh-sungguh mengakui dosanya (baca Mazmur 32).
Dalam ayat 1 dan 2 Mazmur 32, Daud menulis, “Alangkah bahagianya orang-orang yang kesalahannya telah diampunkan! Alangkah besarnya sukacita apabila dosa-dosa sudah ditutupi! Alangkah leganya hati orang yang telah mengakui dosa-dosanya dan Allah telah menghapus semua dosa itu.” (FAYH).
Inspirasi: Rahasia kebahagiaan adalah keyakinan bahwa Tuhan sudah mengampuni segala dosa kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bacaan-Alkitab-Selasa-16-Agustus-2022-2-Korintus-7-8-11-Sukacita-Sesudah-Dukacita.jpg)