Profil Tokoh
Profil Johny Lumintang, Jenderal Bintang Tiga Kebanggaan Sulut, Pernah 2 kali Ganti Jabatan Prabowo
Simak profil Johny Lumintang berikut ini yang memiliki karir militer yang tak kalah dari Prabowo Subianto.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak profil Johny Lumintang berikut ini.
Johny Lumintang yang memiliki nama lengkap Johny Josephus Lumintang ini merupakan jenderal bintang tiga asal Sulawesi Utara.
Johny Lumintang memiliki karir militer yang cemerlang tak kalah dari Prabowo Subianto.
Ia pernah membuat heboh Indonesia karena pernah menjabat sebagai Pangkostrad hanya selama 17 jam saja.
Hobi Johny Lumintang saat tak berbaju militer lagi, yaitu berkebun.
Sepanjang karier militernya, nasib Johny beberapa kali bertaut dengan Prabowo Subianto.
Tak lama usai kejatuhan Soeharto, ia diminta menjabat Panglima Kostrad menggantikan Prabowo –justru di saat karier militer Prabowo sedang berada di puncak.
Lantas seperti apa profil dan perjalanan karir Johny Lumintang ini?
Mari simak dalam artikel ini.
Profil
Johny Lumintang merupakan pria kelahiran Desa Noongan, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, 28 Juni 1947.
Ia adalah salah satu tokoh militer Indonesia dan duta besar Indonesia untuk negara Filipina sejak 14 Februari 2014.
Lulusan AKABRI Angkatan 1970 dan berasal dari kesatuan Infanteri - Baret Hijau.
Pangkat terakhir militer aktif adalah Letnan Jenderal TNI.
Jabatan terakhir sebagai militer aktif adalah Sekretaris Jenderal DEPHAN.
Jejak Karir
Lumintang merupakan salah satu tokoh yang turut berperan dalam operasi pembebasan sandera Mapenduma Team Ekspedisi Lorenz di Irian Jaya, lewat Operasi Rajawai.
Saat itu dirinya menjabat Kepala Staf Kodam/Kasdam VIII/Trikora (1996).
Setelah dilantik sebagai Panglima Kodam VII/Trikora (sekarang Kodam XVII/Cendrawasih) pada 20 Agustus 1996, Lumintang kembali mendapat tugas lagi.
Ia diberi amanat untuk membebaskan sandera 14 orang karyawan PT. Jayanti yang disandera GPK di Kamuna Raya Camp Timika tanggal 14 Agustus 1996.
Operasi pembebasan sandera ini dipimpin Lumintang sendiri, dan diselesaikan dalam waktu singkat, tepatnya pada 18 September 1996.
Sandra dibebaskan walaupun akhirnya 2 sandera meninggal dunia.
Jabatan Pangdam VII/Trikora diembankan padanya selama satu setengah tahun.
Tamatan Akabri tahun 1970, ini kemudian kembali dipercayakan menjabat Asisten Operasi Kasum TNI (dulu ABRI).
Beberapa jabatan penting sebelumnya antara lain:
- Komandan Batalyon Infanteri 751,
- Dandim Merauke dan Jayapura,
- Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Trisula Kostrad,
- Komandan Rindam Jaya,
- Danrem 164 Timor-Timur
- Panglima Divisi Infanteri I/Kostrad.
2 kali Gantikan Jabatan Prabowo Subianto
Pada saat-saat kritis saat Soeharto turun dari kursi kepresidenan, Johny dipercaya menjabat Pangkostrad, menggantikan Letjen TNI Prabowo Subianto (yang saat itu terkenal sebagai The Rising Star).
Sayang, masa jabatannya sebagai Panglima Kostrad sangat singkat, hanya 17 jam (22-23 Mei 1998). Itu adalah saat-saat yang paling menentukan dalam kehidupan bangsa dan negara.
Tanggal 30 Oktober 1998, Johny lagi-lagi dipercaya menggantikan posisi Prabowo sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. Sekaligus juga menggantikan kedudukannya sebagai Anggota Fraksi ABRI MPR-RI.
Suami Drg. Sonya Riupassa, MHA ini pada tanggal18 Januari 1999 ditunjuk menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Sebelum pensiun Johny menduduki jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Pertahanan setelah sebelumnya menjabat Gubernur Lemhanas.
Dalam waktu yang relatif singkat, yaitu kurang lebih 10 bulan, ia telah menduduki banyak jabatan strategis.
Lumintang adalah alumnus Sesko TNI (1991-1992) Angkatan 18, Sus Staf Senior (1992) serta Lemhannas (1995).
Pada tahun 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Johny Lumintang menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina.
Suka Berkebun
Johny Lumintang sangat suka berkebun.
Jenderal bintang tiga ini ingin memberi contoh kepada orang Minahasa.
"Saya ingin memberi contoh kepada orang Minahasa agar tidak malas menjalani profesi sebagai petani, karena saya pun bisa seperti sekarang karena petani” katanya.
Johny berkata begitu karena ia merasa ia menduduki karier yang cemerlang juga awalnya dari hasil berkebun.
Keluarga Johny seperti warga Minahasa lainnya memang tidak bisa lepas dari profesi petani, karena mayoritas orang Minahasa menggeluti profesi tersebut.
Mereka mampu menyekolahkan anak-anak mereka hanya lewat hasil bertani.
Baca juga: Sosok Gilbert Sumangando Atlet Berprestasi Taekwondo Asal Sulawesi Utara, Bercita-cita Jadi TNI
Diolah dari artikel TribunManado.co.id
Baca berita lainnya di: Google News
Baca Berita Terbaru Tribun Manado: disini
Profil Tokoh
Sulawesi Utara
Prabowo Subianto
Johny Lumintang
jenderal bintang tiga
Pangkostrad
Jenderal TNI
Sosok Gustika Jusuf, Cucu Bung Hatta yang Sebut Presiden Penculik dan Wakil Anak Haram Konstitusi |
![]() |
---|
Sosok Darius Bayani, Rambo Papua Prajurit Kopassus Kepercayaan Prabowo yang Terima Bintang Sakti |
![]() |
---|
Sosok Chairil Anwar, Penyair yang Mengubah Wajah Sastra Indonesia: Aku Mau Hidup Seribu Tahun |
![]() |
---|
Profil Erry Juliani Pasoreh, Alumni Unsrat yang Jadi Kepala BPN Sulawesi Utara, Ini Prestasinya |
![]() |
---|
Sosok Kevin Sumendap: Dari Pebisnis Kopra Muda hingga Jadi Wakil Ketua DPRD Boltim |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.