Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Ini Potret Kotak Amal yang Ternyata Uangnya Dipakai untuk Beli Bahan Bom oleh Teroris di Solo Raya

Dia mengatakan uang hasil sumbangan di kotak amal tersebut untuk membeli bahan pembuat bom. 

Editor: Indry Panigoro
(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
Potret kotak amal untuk pembiayaan pengebom dengan target Polresta Solo, dikumpulkan tersangka disebar di wilayah Soloraya, Jawa Tengah (Jateng). 

"Sekitar 50-an kotak isinya masing-masing masih belum diketahui. Tapi ini mungkin akan nanti kita update. Karena penyidik kita masih bekerja untuk meneliti dimana saja kotaknya, isinya berapa semuanya," tuturnya.

Amankan Lima Tersangka Terorisme

Tim Densus 88 Mabes Polri lima tersangka terorisme.

Di antaranya S pemimpin atau dalang pengeboman, RS alias UD istri tersangka bom bunuh diri Polsek Astanaanyar, TN, TS, dan AG alias AS.

S merupakan jaringan terorisme dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sejak 2008 sampai 2014.

Kemudian menjadi simpatisan ISIS dari 2014 hingga sekarang. Sedangkan RS alias UD, TN, TS dan AG alias AS terafiliasi menjadi jaringan Asrori Daulah.

Dari hasil penyelidikan, S merupakan otak pengeboman. Selain itu S juga merupakan perakit bom.

Bom rakitan S dikirim kepada  AG atau AS untuk menyerang Polsek Astanaanyar Bandung. 

"Pernyataan dari S, sebetulnya di dua tempat, AG atau AS memilih untuk lokasi di Bandung. Sedangkan S memilih untuk lokasi di Solo atau Surakarta," katanya.

Bom untuk Polresta Solo Mirip dengan di Polsek Astanaanyar

Karo penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan jenis bom yang akan dipergunakan dalam pengeboman Polresta Solo, serupa dengan kasus di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Seperti diketahui Mapolsek Astanaanyar diserang bom bunuh diri pada Rabu (7/12/2022).

"Ada kesamaan. Kalau kita lihat ini adalah kontainer yang merupakan pecahan-pecahan dari logam-logam atau potongan-potongan logam yang berserakan dan telah dikumpulkan pada saat pengumpulan BB (barang bukti) di TKP Polsek Astana Anyar," katanya.

Dia juga menyebut dalam bom panci tersebut ada kumpulan paku-paku. 

"Dalam panci itu ada kumpulan paku. Kemudian di situ ada kayak atau seperti switch pemicu elektrik. Yang akan mengaktifkan seperti dari bom Astana Anyar," pungkasnya.  (*)

(Kompas.com)

Artikel diolah dari Kompas.com dan TribunJateng.com

Sumber: Kompas.com

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com 

Baca Berita Lainnya di: Google News

 

 

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved