Mata Lokal Memilih
Partai Golkar Sulawesi Utara Masih Utak-atik Bacaleg
Partai Golkar Sulawesi Utara masih akan menyempurnakan daftar bacaleg. Caleg yang rawan digusur adalah mereka yang tidak loyal dan tidak merakyat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Natan tercatat sebagai Ketua KNPI Kota Manado. Ia juga masih menjabat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara.
Latar belakang itu rasanya menjadi nilai tambah bagi Natan. Ia juga dikenal bergaul luas di kalangan gereja, khususnya GMIM.
"Jika duduk di DPRD, kewenangan politik dan legislasi akan saya gunakan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi, termasuk UMKM," katanya dalam sebuah kesempatan.
Selanjutnya, menarik disimak dua kader anyar PDIP. Mereka petahana yang baru saja gabung masuk ke kandang banteng.
Keduanya, Frangko Wangko yang sebelumnya dari Nasdem dan Robert L. Tambuwun dari Perindo.
Frangko Wangko punya basis massa pendukung di Malalayang.
Suaranya mengakar dalam komunitas GMIM di wilayah tersebut.
Selain itu, Frangko punya pendukung dari kalangan anak muda.
Politisi yang berlatar belakang pengusaha ini meraih 2.959 suara di Pemilu 2019 lalu.
Ia peraih suara terbanyak dapil Sario Malalayang di Pemilu lalu.
Baca juga: Kumpulan Link Poster Perayaan HUT RI ke-78, Sangat Cocok unutk di Share ke Medsos
Baca juga: Rating 11 Drakor Terbaru Juli 2023, Drama Korea Miraculous Brothers dan Battle for Happiness Merosot
Frangko mengakui, ia pindah ke PDIP karena nama besar partai tersebut.
"Visi politik saya sesuai dengan PDIP," katanya suatu ketika.
Sementara Robert Tambuwun juga calon petahana yang diunggulkan.
Obe diyakini menjadi amunisi baru bagi PDIP.
Menarik, Obe membidik hattrick periode duduk di DPRD Manado.
Pada Pemilu 2014, ia duduk sebagai kader Partai Hanura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto-cep-tetty-istimewa.jpg)