Manado Sulawesi Utara
PANTAS Motor Pria Asal Manado ini Dibakar Warga, Ternyata Ada Sesuatu yang Ditemukan di Bagasi
Dan betapa terkejutnya saat ditemukan barang di dalam bagasi warga Kelurahan Pakowa Lingkungan V, Kecamatan Wanea, Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Motor seorang pria asal Kota Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ) hangus terbakar.
Motor pria Manado itu dibakar warga.
Pria bernama Valen Pinatik (20) itu tertangkap basah melakukan sesuatu yang bikin warga geram.
Amarah warga semakin memuncak ketika motor Valen Pinatik diperiksa.
Dan betapa terkejutnya saat ditemukan barang di dalam bagasi warga Kelurahan Pakowa Lingkungan V, Kecamatan Wanea, Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ).
Imbasnya Valen Pinatik dipukuli.
Motornya pun dibakar.
Hal itu terjadi usai warga Pakowa, Manado itu tertangkap basah warga Kalasey Dua, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara diduga hendak curi anjing.
Menurut keterangan Bhabinkamtibmas Kalasey, Aipda Vengky, pelaku ditangkap saat hendak mencuri anjing ( Doger Anjing )di seputaran Desa Kalasey Dua.

Aipda Vengky mengatakan pelaku sebenarnya ada dua orang.
Namun saat ditangkap oleh warga, salah satu pelaku berhasil kabur dari TKP.
"Pelakunya ada dua orang, tapi yang satunya lagi kabur," ujarnya via telepon, Sabtu (8/7/2023).
Ia menambahkan pelaku yang bernama Valen Pinatik ini sempat cekcok dengan warga.
Pasalnya saat diperiksa, pelaku sempat memukul salah satu warga Kalasey Dua.

Setelah ditangkap, warga memeriksa bagasi kendaraan milik pelaku.
Warga kemudian mendapatkan beberapa racun yang sering dipakai untuk mencuri anjing.
Alhasil, Valen Pinatik langsung dihajar oleh warga hingga babak belur.
"Pada saat saya datang, pelaku sudah babak belur dihajar oleh warga," ungkap Aipda Vengky.
Doger di Sulawesi Utara Kian Nekat, Masuk Rumah Ancam Pemilik Anjing
Kasus doger anjing kembali marak di Sulawesi Utara.
Aksi para doger ini lebih nekat dari sebelumnya.
Mereka masuk rumah untuk mencuri anjing dan mengancam tuan rumah dengan sajam, seperti peristiwa yang terjadi di Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut, Sulawesi Utara, pada Rabu pekan lalu.
Tokoh masyarakat setempat bernama Theodorus Lasut, mengatakan ada dua doger anjing memasuki sebuah rumah pukul 03.00 Wita.
Aksi mereka ketahuan dan sempat mengancam tuan rumah.
Warga pun mengepung para pelaku sehingga perkelahian hampir terjadi.
Pelaku lantas ambil langkah seribu melihat semakin banyak warga yang mengepung.
Mereka meloloskan diri dengan kendaraan sepeda motor, meninggalkan anjing curian yang sudah mati.
Theodorus meminta kepolisian memperhatikan masalah doger anjing di Kauditan.
"Ini sudah sangat meresahkan, bahkan membahayakan nyawa manusia. Tolong aparat lakukan patroli di kawasan ini," katanya.
Ketua Wilayah Likupang 2 GMIM, Billy Johanis, mengatakan doger sudah meresahkan.
"Ini sudah sangat meresahkan," katanya.
Menurut Billy, doger meresahkan warga dan memicu ketakutan.
Pasalnya pelaku doger tak segan menghabisi pemilik anjing jika kepergok.
Billy meminta aparat untuk menggalakkan patroli.

"Patroli dapat mencegah ketakutan yang disebabkan oleh doger, ini juga dapat memberi efek psikologis bagi para pelaku doger," katanya.
Pengalaman Warga Diancam Pelaku
Dengan mata kepala sendiri, Deli, warga Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut, melihat anjingnya dipukuli di depan rumah.
Peristiwa itu terjadi dini hari beberapa tahun lalu.
Deli melihat ada tiga orang.
Satu memukuli anjingnya dengan pipa, satu lagi berjaga sambil memegang sajam, satu lagi berada dalam mobil.
Ia menduga masih ada seorang lagi dalam mobil.
Si pemukul itu kelihatan sudah ahli. Hanya tiga pukulan, si anjing langsung tergeletak.
"Waktu itu rasanya campur aduk. Antara geram, sedih dan takut," kata dia.
Ia ingin teriak. Tapi takut.

"Bisa saja saya dihajar mereka, wajah mereka sangat ganas," kata dia.
Pencurian anjing adalah kasus klasik di Sulut.
Banyak pelaku doger yang ditangkap aparat.
Ada yang ditembak, ada pula yang dihakimi massa.
Sayangnya, banyak yang belum tersentuh hukum sehingga para doger terus berkeliaran mencari mangsa.(Nie/Art)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id
Baca Berita Lainnya di: Google News
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Panti Werdha Senja Cerah Mapanget Manado Tampung 50 Lansia, Ada yang Ditelantarkan Keluarga |
![]() |
---|
Ada yang Tak Didatangi Keluarga, Komandan TNI AL Hibur Siswa Dikmata Saat Pelantikan di Manado |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.