Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Indonesia

Sosok Ayah Pangeran Diponegoro, Ternyata Raja Ketiga Kesultanan Yogyakarta, Kisahnya

Sultan Hamengkubuwono III adalah raja ketiga Kesultanan Yogyakarta yang memerintah dalam dua periode

Editor: Alpen Martinus
tribunnews.com
lukisan pangeran Diponegoro 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah Pangeran Diponegoro sudah banyak diceritakan dalam buku sejarah Indonesia.

Ia sangat dikenal sebagai pahlawan dalam perang Jawa.

Namun kisah perjuangannya berakhir di tangan belanda yang mengasingkannya ke Manado, lalu kemudian dipindahkan ke Makassar.

Baca juga: Apa Itu Tongkat Cakra Pangeran Diponegoro yang Diterima Anies? Kini Jadi Pembahasan, Ini Sejarahnya

Hamengkubuwono III dan Pangeran Diponegoro
Hamengkubuwono III dan Pangeran Diponegoro.(Kolase/Intisari)

Namun yang akan diceritakan kali ini adalah keluarganya.

Ternyata keluarga Pangeran Diponegoro bukanlah berasal dari kalangan sembarangan.

Sang ayah adalah seorang sultan di Yogyakarta.

Namun ia rela berperang demi membela rakyatnya.

Baca juga: 11 Ekor Sapi dan 1 Kambing Disembeli di Masjid Agung Pangeran Diponegoro Airmadidi Sulawesi Utara

Sultan Hamengkubuwono III adalah raja ketiga Kesultanan Yogyakarta yang memerintah dalam dua periode, yaitu tahun 1810-1811 dan 1812-1814.

Ia juga merupakan ayah dari Pangeran Diponegoro, tokoh yang berpengaruh dalam Perang Jawa pada tahun 1825-1830.

Sultan Hamengkubuwono III lahir dengan nama Raden Mas Surojo pada tanggal 20 Februari 1769.

Ia adalah putra dari Sultan Hamengkubuwono II, yang merupakan raja kedua Kesultanan Yogyakarta.

Baca juga: Kesadaran Pedagang Rendah, Sungai Karombasan di Manado Sulawesi Utara Masih Jadi TPA

Pada bulan Desember 1810, terjadi serbuan tentara Belanda terhadap Keraton Yogyakarta sebagai kelanjutan dari permusuhan antara Sultan Hamengkubuwono II melawan Herman Daendels, gubernur jenderal Hindia Belanda.

Sultan Hamengkubuwono II diturunkan secara paksa dari takhta setelah peristiwa pemberontakan Raden Ronggo, salah satu bupati di bawah kekuasaannya.

Herman Daendels kemudian mengangkat Raden Mas Surojo sebagai Sultan Hamengkubuwono III berpangkat regent, atau wakil raja.

Ia juga menangkap dan menahan Pangeran Notokusumo, saudara Sultan Hamengkubuwono II, di Cirebon.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved