Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral Medsos

Viral Pria Hamil di India, Setiap Hari Perut Membesar, Terungkap Apa yang Terjadi pada Dirinya

Tak Lazim, seorang pria di India bernama Sanju Bhagat memiliki perut yang membuncit seperti wanita hamil.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
kolase Tribunmanado/ HO
Kisah pria di India, perut membesar bak sedang hamil. 

Pengemudi berusia 60-an itu mengeluh buang air kecil tidak teratur.

Oleh karena itu, Dr. Cheng Weiming menyarankan kepadanya untuk melakukan beberapa cara untuk menjaga kesehatan prostat.

Seperti rutin berolahraga, mengurangi makan daging merah seperti daging sapi, domba, menghindari makanan manis, gorengan dan lainnya.

Selain itu, kehidupan seks juga sangat penting bagi kesehatan pria.

Dokter Cheng Weiming menyarankan sopir itu untuk tidak melakukan hubungan seksual di usia tua. 

Bahaya menahan ejakulasi
Bahaya menahan ejakulasi (eva.vn)

Dokter menjelaskan bahwa ejakulasi sedang dapat meningkatkan sirkulasi dan metabolisme yang bermanfaat untuk kesehatan prostat.

Sopir itu dengan jujur mengatakan bahwa dia dalam kondisi yang baik ketika dia masih muda dan memiliki 3 orang anak.

Sebelumnya, dia biasa menghabiskan 3 jam mendaki setiap pagi.

Pada saat ekonomi Taiwan sedang bagus, dia sering mengemudikan van pengiriman, bekerja dari pagi hingga larut malam, menabung untuk membesarkan anak-anaknya.

Namun, selama 20 tahun terakhir, banyak usaha kecil dan menengah di Taiwan telah pindah ke luar negeri.

Bisnisnya menurun dari hari ke hari, ditambah dengan kekuatan fisik yang buruk, sehingga dia memutuskan untuk beralih menjadi sopir taksi.

Setelah itu, pria tersebut tak segan-segan mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga dengan kehidupan seksnya.

Meski usianya sudah di atas 60 tahun, ia tetap berhubungan seks dengan istrinya seminggu sekali dan tidak ejakulasi.

Dokter cukup terkejut mendengar sopir itu mengatakan demikian.

Meski tidak berhubungan seks berbahaya bagi prostat, tetapi pembunuh terbesar prostat adalah berhubungan seks tanpa ejakulasi.

Ibarat mengisi ulang tanpa menembak itu akan macet untuk waktu yang lama, yaitu penyebab disuria.

Apa konsekuensi menekan ejakulasi pada pria?

Meski usianya sudah di atas 60 tahun, kakek ini tetap berhubungan seks dengan istrinya seminggu sekali dan tidak ejakulasi.
Meski usianya sudah di atas 60 tahun, kakek ini tetap berhubungan seks dengan istrinya seminggu sekali dan tidak ejakulasi. ()

Banyak pria, karena ingin membuktikan kejantanannya dengan mencoba mencari cara untuk memperpanjang waktu bercinta dengan cara menghambat ejakulasi.

Namun, jika ini terjadi berkali-kali, akan sangat merugikan kesehatan:

Susah ereksi

Ketika "klimaks" datang, tetapi mengendalikan "ejakulasi" akan membuat panggul menjadi terlalu padat dan pada saat yang sama menambah beban pada sistem saraf dan organ seksual pria berkurang.

Yang pada akhirnya hal itu membuat sulit untuk ereksi.

Dapat menyebabkan perdarahan saat ejakulasi

Penyumbatan yang berlebihan menyebabkan kapiler pecah, menyebabkan air mani dan darah

Menyebabkan disfungsi ereksi atau kelumpuhan

Ketika berhubungan seks dalam waktu lama, tiba-tiba berhenti berkelahi, aktivitas saraf pusat seks di korteks serebral dan organ seks
masih dalam keadaan aktif.

Termasuk aktivitas mental, emosi masih tegang, bergairah, hasrat seksual masih
bergejolak.

Sehingga menambah beban pada sistem saraf dan organ intim, sehingga terjadi disfungsi ereksi atau impotensi.

Sistitis

Ketika "cinta" menolak untuk ejakulasi, kapsul kongestif testis dalam waktu lama akan menyebabkan pembuluh darah kapiler kapsul testis membesar bahkan pecah.

Sehingga menyebabkan sistitis hemoragik.

Ejakulasi mundur

Biasanya saat ejakulasi, otot-otot di leher kandung kemih dalam keadaan kontraksi dan tertutup.

Namun, otot-otot di uretra melebar dan
mengembang, air mani hanya bisa turun, tetapi tidak bisa kembali ke atas untuk masuk ke kandung kemih.

Urin di kandung kemih tidak bisa mengikuti keluarnya air mani.

Infertilitas

Menggunakan kekuatan untuk mengontrol ejakulasi membuat air mani tidak dapat dikeluarkan, biasanya akan membentuk ejakulasi balik dan dapat menyebabkan kemandulan.

(TribunStyle.com/Putri Asti)

Sumber: TribunStyle.com

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com

Baca Berita Lainnya di: Google News

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved