Pencegahan Stunting
Anggaran Pengentasan Stunting di Sulawesi Utara Jumbo, Kinerja Kepala Daerah Perlu Dioptimalkan
Anggaran pencegahan stunting di Sulawesi Utara cukup besar, yaitu Rp 67,8 miliar. Namun, komitmen kepala daerah dirasa masih rendah.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Anggaran stunting di Sulawesi Utara cukup tinggi, yaitu mencapai Rp 67,8 miliar.
Data Pemprov Sulut, anggaran tersebut meliputi alokasi DAK bantuan operasional keluarga berencana (BOKB) se-Sulut sebesar Rp54,9 miliar serta alokasi APBD tahun 2023 sebesar Rp 12,9 miliar.
Sekprov Sulut, Steve Kepel, menyebut penanganan stunting bisa lebih baik lagi jika mengacu pada besaran anggaran tersebut.
Pihaknya merancang 15 strategi penanganan stunting.
"Antaranya pendampingan calon pengantin, keluarga berisiko, ibu hamil dan pasca persalinan serta balita stunting di desa, melakukan surveilans stunting dan pengukuran balita secara periodik di tingkat desa, juga sosialisasi pemberian ASI eksklusif hingga audit kasus stunting," kata dia.
Upaya lainnya adalah pembentukan tim satgas, pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) kepada Komandan Korem 131/Santiago, lantas mengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kepada Rita Dondokambey-Tamuntuan.
"Kemudian mengukuhkan Duta Generasi Berencana (Genre) kepada remaja berprestasi, mengampanyekan gerakan bersama stop perkawinan anak, mengedukasi masyarakat melaui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat)," katanya.
Angka prevalensi stunting di Sulut pada 2022 sebesar 20,5 persen, turun 1,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, angka ini masih terbilang tinggi karena masih bermain di angka 20 persen.
Pun ada daerah yang angka stuntingnya 30 persen, yakni Boltim.
Baca juga: Diduga Langgar Kontrak, Yayasan Cabut Gelar Elisha Lumintang Sebagai Puteri Indonesia Sulut 2023
Baca juga: Bacaan Alkitab - Roma 10:19 Umat Pilihan Allah dan Israel Baru
Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, meminta komitmen para kepala daerah di kabupaten dan kota di Sulut untuk lebih berupaya keras atasi stunting.
"Kalau road map sudah, dana pun sudah, faktor lainnya pun sudah, yang kurang adalah komitmen," kata dia di sela-sela kegiatan Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Tahun 2023 di Hotel The Sentra Manado beberapa waktu lalu.
Steven Kandouw menengarai komitmen kepala daerah mengatasi stunting masih belum optimal.
Sebut dia, perlu ada upaya ekstra atasi stunting.
"Kata Pak Wardoyo kKepala BKKBN tadi, kalau perlu tiap hari hari cek berapa yang lahir, berapa yang berpotensi stunting untuk diatasi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Penilaian-Kinerja-Penurunan-Stunting-Tahun-2023-di-Hotel-Thegfhjfgjghjghj.jpg)