Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Pengamat Politik Ungkap Kecenderungan PDIP dalam Memilih Cawapres

PDIP disebut cenderung memilih cawapres yang usianya lebih senior dari capresnya dan dari luar Jawa. Ada beberapa pertimbangan dari PDIP.

Editor: Isvara Savitri
Instagram Sandiaga Uno
Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo. Peluang Sandiaga Uno menjadi cawapres dampingi Ganjar Pranowo dinilai tipis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PDI Perjuangan mengatakan bahwa beberapa nama sudah masuk radar bursa cawapres Ganjar Pranowo.

Beberapa di antaranya adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno.

PDIP membenarkan hal tersebut.

Namun, rupanya pengamat politik melihat jalan Sandiaga Uno tak mudah.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa peluang Sandiaga Uno untuk jadi cawapres Ganjar masih terbuka.

Ada beberapa pola kecenderungan PDIP yang bisa dilihat ketika menentukan cawapres.

"Ini akan rumit. Mungkin secara finansial Sandi diuntungkan karena bisa membackup Ganjar, tapi apakah itu yang dibutuhkan PDIP," kata Arifki kepada Tribunnews, Selasa (20/6/2023).

Secara historis, Arifki mencatat kecenderungan pemilihan cawapres dari PDIP dan koalisi lebih merujuk ke tokoh yang lebih senior dari capresnya.

"Kita melihat polanya PDIP dalam menentukan cawapres, misalnya Megawati dari 2001-2004 dengan Hamzah Haz, kemudian Megawati dengan Hasyim Muzadi di 2004, kemudian Jokowi-Jusuf Kalla, lalu Jokowi-Ma'ruf," kata Arifki.

Baca juga: Kabar Duka, Salah Satu Jemaah Haji Sulawesi Utara Meninggal di Mekah, Asal Bolaang Mongondow

Baca juga: Prabowo Subianto dan Cak Imin Semakin Intens Ngobrol, Bacawapres Mengerucut ke 2 Nama

Menurutnya, dengan pola semacam itu, Arifki melihat PDIP cenderung memilih Cawapres berlatar belakang NU.

"Kemudian usianya tua, dan di luar Jawa. Ada hal-hal pertimbangan seperti itu yang dipilih oleh PDIP," kata dia

Belum lagi, Arifki menilai PDIP juga memiliki rencana politik jangka panjang 10 tahun ke depan, yakni membuka kemungkinan apakah kader lain maju sebagai capres maupun cawapres.

"Pada sisi lain akan dilihat bagaimana ritme politik yang digunakan figur-figur ini dalam menentukan siapa yang akan dipilih, misalnya narasi yang menguntungkan soal bahwa tentu 2029 akan ada peluang dari Puan atau figur-figur lain yang akan dilihat juga dalam penentuan bagaimana posisi dari kebijakan PDIP maupun partai koalisi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rapimnas VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghasilkan sebuah keputusan penting terkait arah politik partai berlambang kakbah itu di Pilpres 2024. Satu di antaranya rekomendasi agar Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden (cawapres) RI.

Sandiaga Uno bertemu Megawati Soekarnoputri di Bali setelah diusulkan PPP menjadi Bacawapres.
Sandiaga Uno bertemu Megawati Soekarnoputri di Bali setelah diusulkan PPP menjadi Bacawapres. (Istimewa/Warta Kota)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved