Gorontalo
Berikut 3 Daerah Tujuan Pengiriman Sapi dari Gorontalo, Meningkat Jelang Idul Adha
Sesuai data Karantina Pertanian Gorontalo peningkatan terjadi pada pengiriman sapi Gorontalo ke Kalimantan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sapi asal Gorontalo rupanya banyak diminati oleh daerah lain di Indonesia.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya sapi yang mereka kirim ke luar daerah.
Satu di antara daerah tujuan pengiriman sapi adalah Kalimantan.
Baca juga: Segini Harga Daging Sapi di Manado Sulawesi Utara Jelang Idul Adha, Biasa Naik H-3
Pemeriksaan sapi Gorontalo sebelum dikirim ke luar daerah. (TribunGorontalo.com)
Sudah ratusan ekor sapi yang mereka kirim berdasarkan permintaan.
Apalagi jelang Idul Adha seperti ini, permintaan terus meningkat.
Namun sebelum sapi dikirim, pemeriksaan kesehatan dilakukan.
Pemeriksaan khusus dilakukan untuk memastikan sapi tak mengidap Penyakit Mulut dan Kuku dan LSD.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional dan Swalayan Manado Masih Stabil
Lalu lintas pengiriman sapi Gorontalo kini meningkat jelang Idul Adha 2023.
Sesuai data Karantina Pertanian Gorontalo peningkatan terjadi pada pengiriman sapi Gorontalo ke Kalimantan.
Awal Juni 2023 ini sebanyak 795 ekor tujuan Balikpapan. Lalu ke Tarakan sebanyak 570 ekor.
Menurut Kepala Karantina Pertanian Gorontalo, Yusuf Patiroy, pengiriman ini meningkat pada bulan-bulan sebelumnya.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Permintaan Pemotongan Sapi di RPH Manado Belum Meningkat
"Meningkatnya permintaan hewan kurban ini sudah diprediksi,” kata Yusuf.
Namun bukan tanpa persiapan. Pihaknya kata Yusuf telah mengantisipasi dengan menyiagakan Pejabat Karantina Pertanian.
“Petugas telah disiagakan dan memperketat pengawasan lalulintas ternak," kata Yusuf Patiroy kepada TribunGorontalo.com, Senin (19/6/2023).
Pihaknya memperketat pengawasan untuk mencegah penularan penyakit hewan ternak, yakni Penyakit Mulut dan Kuku dan LSD.
"Pejabat karantina akan memastikan ternak yang dilalulintaskan telah divaksin PMK serta telah melengkapi dokumen persyaratan karantinanya,” katanya.
Lalu, hewan ini sebelum dikirim, telah menjalani masa karantina selama 14 hari.
“Untuk dilakukan tindakan karantina hewan berupa pemeriksaan, pengamatan dan perlakuan," jelasnya.
Firman Kristianto selaku Dokter Hewan Karantina Muda yang bertugas menerangkan, tindakan karantina pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik terhadap status present.
Juga ada pemeriksaan laboratorium sebagai peneguh diagnosa Dokter Hewan Karantina dengan target penyakit hewan yaitu Brucella abortus bovis, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan parasit darah Trypanosoma sp.
"Untuk tindakan karantina hewan perlakuan, pejabat karantina melakukan desinsektisasi individu sapi dan desinfeksi area kandang serta alat angkut,” katanya.
Menurut Firman, hal ini dilakukan dalam upaya pelaksanaan biosekuriti sebagai tindakan pencegahan penyebaran PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang masih menjadi wabah di Indonesia.
Kata Firman sapi yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari dan tidak menunjukkan adanya gejala klinis dari terjangkit PMK maupun LSD, maka selanjutnya dapat diterbitkan sertifikat kesehatan hewan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com
Kepanikan Terjadi di Bioskop Gorontalo, Penonton Lari Berhamburan, Ternyata Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Daftar Harta Kekayaan Bupati Terpilih di Gorontalo Hasil Pilkada 2024, Siapa Terkaya? |
![]() |
---|
Innalillahi Adrian Lahay Berpulang, Mantan Pj Bupati Boalemo Gorontalo Meninggal Dunia Seusai Salat |
![]() |
---|
Sosok Rudy Salahuddin Penjabat Gubernur Gorontalo Baru Dilantik, Ini Prestasinya |
![]() |
---|
Berikut Tiga SPAM yang Dibangun PDAM Gorontalo Untuk Layani Pelanggan, Hampir Rampung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.