Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Senin 5 Juni 2023

Bacaan Alkitab - Kejadian 8:6-9 Air Menguasai Bumi

Meski Allah telah menghentikan curah hujan dari tingkap-tingkap langit dan telah menutup mata-mata air dari berbagai penjuru samudera

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
republika
Ilustrasi Bahtera Nuh 1 

Padahal, dia bergaul bersama dengan mereka selama lebih dari 1 tahun, dan mereka terombang ambing oleh derasnya air bah yang dahsyat itu.

Baca juga: Renungan Kristen - Kejadian 8:1-5 Tuhan Mengingat

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Kejadian 8:6-9 Lestarikan Alam dan Mahluk Ciptaan-Nya

Nuh melibatkan burung gagak dan merpati membantu misinya memantau keadaan bumi. Sesudah lewat 40 hari setelah Allah menghentikan hujan dan menutup sumber air, dia membuka tingkap bahtera itu. Dia melakukan segala sesuatu, sesuai perintah Tuhan. Makanya dia sangat dikasihi Allah.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
  Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera. (ay 6-9)

Bumi yang kita pijak saat ini juga masih dikuasai oleh air. Jaga dan rawatlah dengan baik, air sebagai sumber kehidupan manusia. Lestarikanlah lingkungan dan alam sekitar dengan bertanggungjawab.

Jika kita merusak lingkungan, ekosistem alam yang sudah Tuhan ciptakan akan terganggu, dan bisa menjadi bencana.

Seperti Nuh yang hidup benar dan tidak bercela, bergaul erat dengan Allah serta ramah dan mencintai lingkungan, hendaklah kita juga berprilaku demikian.

Ingatlah Tuhan sangat menyayangi Nuh karena dia setia dan taat pada-Nya serta dia mencintai isi bumi ciptaan-Nya, termasuk binatang-binatang dan alam semesta.

Kelolalah mata air kehidupan yang Tuhan karuniakan bagi kita, dengan baik. Jangan rusak, agar mata air itu tidak menghasilkan mata air karena membawa bencana bagi manusia.

Takutlah akan Tuhan dan rawatlah bumi secara bertanggungjawab demi kesinambungan kehidupan manusia di bumi. Tuhan pasti menyertai dan memberkati kita. Amin

DOA: Tuhan Yesus, tuntun kami agar hidup benar dan terus taat pada-Mu serta ramah terhadap lingkungan. Jadikan kami berkat bagi sesama. Amin

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved