Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Senin 5 Juni 2023

Bacaan Alkitab - Kejadian 8:6-9 Air Menguasai Bumi

Meski Allah telah menghentikan curah hujan dari tingkap-tingkap langit dan telah menutup mata-mata air dari berbagai penjuru samudera

Tayang:
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
republika
Ilustrasi Bahtera Nuh 1 

  Kejadian 8:6-9
TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski Allah telah menghentikan curah hujan dari tingkap-tingkap langit dan telah menutup mata-mata air dari berbagai penjuru samudera dan air bah mulai turun, namun tidak berarti semuanya sudah aman.

Sebab air belum kering. Pegunungan masih tertutup air, meski kapal atau bahtera Nuh sudah kandas di pegunungan Ararat, atau saat ini di wilayah negara Turki.

Air masih menguasai bumi, sehingga Nuh bersama isteri dan anak-anaknya serta isteri mereka bersama semua "penumpang" bahtera itu belum bisa turun.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Masih makan waktu cukup lama sampai menunggu bumi itu benar-benar kering dan Nuh bersama rombongannya itu bisa turun dan memulai aktifitas sebagaimana sebelumnya.

Setelah hujan deras selama 40 hari dan 40 malam tanpa henti itu mengguyur bumi disertai terbukanya mata air samudera raya, bahtera Nuh mengapung bebas di atas pegunungan selama 150 hari atau sekitar 5 bulan.

Namun, bukan hanya 5 bulan mereka berada di atas bahtera itu. Tapi totalnya 1 tahun 10 hari lamanya, baru air itu benar-benar kering dan mereka diperkenankan oleh Tuhan untuk keluar dari bahtera. Sebelumnya, belum bisa.

Kita bisa bayangkan, terombang ambing di atas kapal selama 50 bulan tanpa melihat apapun dan 1 tahun lebih tidak bisa keluar dari kapal. jangankan 1 hari. 2 jam saja berada di atas kapal bagi orang yang tidak biasa, pasti ketakutan.

Apalagi selama 1 tahun. Untung saja oleh kasih Allah, Nuh membawa bekal persediaan makanan bagi mereka. Sehingga mereka tidak mati kelaparan karena kehabisan makanan.

Apalagi mereka turut membawa serta binatang, hewan, burung-burung dll, baik yang haram maupun tidak. Binatang melata maupun jenis lainnya.

Nuh karena percayanya kepada Allah, tidak pernah kuatir dengan apapun. Meski dia harus bergelut dengan hujan badai dan terombang-ambing sekian lamanya di air bah bersama keluarganya, dia tidak takut dengan apapun.

Karena dia yakin bahwa dia ada dalam lindungan Allah Yang Maha Tinggi. Jadi, meski air masih menguasai bumi, dan dia harus menunggu berbulan-bulan lamanya, dia tidak gelisah hatinya.

Dia terus setia mengikuti proses Tuhan. Dia sabar menunggu waktu Tuhan yang selalu datang tepat dan indah pada waktunya.

Meski air masih menguasai bumi, sisa-sisa bah yang dahsyat masih mengelilingi bahteranya, tapi Nuh dan keluarganya tidak menganggap itu sebagai hambatan apalagi ancaman bagi mereka.

Sebab, dia tahu jika dia dan keluarganya terus hidup berkenan kepada Allah, maka bahaya apapun termasuk air bah tidak akan menimpanya. Apalagi dia tidak merusak alam, sehingga alam menghukumnya.

Nuh tetap sabar menunggu waktu Tuhan. Dia terbukti sangat mencintai alam ciptaan Tuhan, termasuk makhluk hidup yang turut bersama dengan dia. Tak ada satu ekorpun binatang yang begitu banyak itu dibuangnya.

Padahal, dia bergaul bersama dengan mereka selama lebih dari 1 tahun, dan mereka terombang ambing oleh derasnya air bah yang dahsyat itu.

Baca juga: Renungan Kristen - Kejadian 8:1-5 Tuhan Mengingat

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Kejadian 8:6-9 Lestarikan Alam dan Mahluk Ciptaan-Nya

Nuh melibatkan burung gagak dan merpati membantu misinya memantau keadaan bumi. Sesudah lewat 40 hari setelah Allah menghentikan hujan dan menutup sumber air, dia membuka tingkap bahtera itu. Dia melakukan segala sesuatu, sesuai perintah Tuhan. Makanya dia sangat dikasihi Allah.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
  Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera. (ay 6-9)

Bumi yang kita pijak saat ini juga masih dikuasai oleh air. Jaga dan rawatlah dengan baik, air sebagai sumber kehidupan manusia. Lestarikanlah lingkungan dan alam sekitar dengan bertanggungjawab.

Jika kita merusak lingkungan, ekosistem alam yang sudah Tuhan ciptakan akan terganggu, dan bisa menjadi bencana.

Seperti Nuh yang hidup benar dan tidak bercela, bergaul erat dengan Allah serta ramah dan mencintai lingkungan, hendaklah kita juga berprilaku demikian.

Ingatlah Tuhan sangat menyayangi Nuh karena dia setia dan taat pada-Nya serta dia mencintai isi bumi ciptaan-Nya, termasuk binatang-binatang dan alam semesta.

Kelolalah mata air kehidupan yang Tuhan karuniakan bagi kita, dengan baik. Jangan rusak, agar mata air itu tidak menghasilkan mata air karena membawa bencana bagi manusia.

Takutlah akan Tuhan dan rawatlah bumi secara bertanggungjawab demi kesinambungan kehidupan manusia di bumi. Tuhan pasti menyertai dan memberkati kita. Amin

DOA: Tuhan Yesus, tuntun kami agar hidup benar dan terus taat pada-Mu serta ramah terhadap lingkungan. Jadikan kami berkat bagi sesama. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved