Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Sabtu 13 Mei 2023

Bacaan Alkitab - Kejadian 39:21-23 Setia Hingga Akhir, Pasti Berhasil

Bukanlah Yusuf kalau tidak setia. Nama Yusuf, identik dengan kesetiaan. Alkitab menyaksikan bahwa Yusuf adalah anak muda yang setia, taat

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Kolase istimewa
Kisah Yusuf jadi orang kepercayaan majikannya hingga digoda istri Potifar 

Kejadian 39:21-23
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bukanlah Yusuf kalau tidak setia. Nama Yusuf, identik dengan kesetiaan. Alkitab menyaksikan bahwa Yusuf adalah anak muda yang setia, taat dan dengar-dengaran kepada Tuhan.

Dia selalu hidup baik, benar dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari kehendak firman Tuhan. Dia selalu menolak dosa dan kejahatan, sekalipun menanggung kesengsaraan karenanya.

Bahkan dipenjara karena kebenaran dan ketaatan kepada Tuhan sekalipun, dia tidak takut. Dia akan tetap dan selalu konsisten hidup dalam takut akan Tuhan.

Seperti yang terjadi ketika dia menolak berbuat dosa dengan tawaran tidur dengan isteri Potifar. Dia konsisten dengan sikap dan gaya hidupnya yang tetap setia kepada Tuhan.

Cerita Alkitab tentang Yusuf yang Ganteng Digoda Istri Potifar
Cerita Alkitab tentang Yusuf yang Ganteng Digoda Istri Potifar (Filippo Falciatore via Wikipedia)

Dia tetap hidup takut akan Tuhan. Meski dibujuk rayu sedemikian rupa bahkan dipaksa untuk melampiaskan hawa nafsu berahi dengan isteri Potifar, dia tetap tidak mau. Bahkan karena itu, dia diseret ke penjara. Dia dipenjara karena kebenaran.

Apakah Yusuf tidak normal? Yusuf adalah laki-laki normal. Sebab pada akhirnya dia menikah dan memiliki anak. Namun dia hidup dalam kontrol diri. Dia mampu mengendalikan hawa nafsunya. Dia tidak gampang dikuasai oleh keinginan dan kepuasan duniawi.

Dia selalu menjaga kekudusan hidupnya, supaya tetap bersih dan berkenan kepada Tuhan. Kecenderungan hidupnya adalah hanya mau setia kepada Tuhan dan menyenangkan hatinya. Maka dia selalu hidup menjaga hatinya agar tetap dan selalu berpaut kepada Allah. Tanpa menyimpang sedikitpun.

Itulah sosok Yusuf. Seperti semboyan pahlawan Nasional asal Sulut yakni Robert Wolter Monginsidi: _"setia hingga akhir dalam keyakinan."_ Selama masa hidupnya di dunia ini, Yusuf hidup setia dan taat kepada Tuhan.

Sampai mati yakni selama hidupnya atau selama hayat di kandung badan, selama itu pula Yusuf hidup setia dan taat kepada Tuhan.

Yusuf memilih life style setia kepada Tuhan. Maka dari setianya itu dia menerima _reward_ (penghargaan/hadiah) dari Allah. Karena ketaatannya kepada Tuhan, dia meraih berbagai keberhasilan.

Karena dia terus hidup setia kepada Tuhan, takut akan Tuhan dan melakukan firman-Nya, maka semua yang dia kerjakan Tuhan berkati. Dia pada akhirnya menikmati kebahagiaan dan kesukacitaan yang sempurna.

Dia diberkati dan menjadi berkat bagi keluarganya, jemaat, masyarakat bahkan menjadi pemimpin bangsa yang besar di negeri rantau, Mesir.

Buah kesabarannya menjadikan dia sebagai perdana menteri. Semuanya tidak gratis. Tapi dia peroleh melewati jalan terjal setelah dia difitnah dan dipenjara.

Tapi kokohnya tembok dan jeruji penjara tidaklah menghambat dia meniti karirnya. Dia tetap mempertahankan gaya hidupnya yang takut akan Tuhan.

Maka penjara itu tidak dibuatnya sebagai penghambat apalagi pembunuh hidupnya, tetapi tempat belajar hidup lebih setia dan taat kepada Tuhan serta sabar menjalani proses Allah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved