Maluku Utara
Pantas Banyak Anak Muda Pilih Cari Kerja di Luar Pulau Morotai, Ini Sebabnya
Pada Triwulan pertama 2023, ada banyak warga Pulau Morotai, yang melakukan pengurusan kartu kuning.
Ansar menjelaskan, faktor utama ratusan warga, yang mencari kerja keluar ini adalah.
Selain kebutuhan ekonomi, juga karena di Pulau Morotai kurangnya lapangan pekerjaan.
"Saya tanya, kalian mau kerja di mana? katanya ke PT IWIP, karena gajinya lumayan, "ungkapnya.
Bahkan kata dia, jika Pencaker kerja di luar hingga Pemilu 2024, dipastikan menurunkan jiwa pilih.
"Kalau pengaruh jiwa pilih pada saat momen Pemilu 2024, yah pasti berpengaruh."
"Tapi mudahan-mudahan mereka balik saat pencoblosan, sehingga jiwa pilih tidak kurang, "pintanya.
Seraya berharap kepada para Pencaker, untuk saling menjaga selama bekerja diluar.
"Setiap dari mereka yang kesini urus kartu kuning, saya selalu bilang saling jaga."
"Dan yang terpenting adalah, jaga nama baik daerah, dan buat satu kerukunan."
"Agar jikalau terjadi hal-hal tak diinginkan, bisa saling bantu membantu, "harapnya.
Diketahui, data warga Pulau Morotai yang keluar mencari kerja dari tahun ke tahun.
Pada 2017 sebanyak 310 orang, 2018 sebanyak 304 orang, 2019 sebanyak 385 orang.
Pada 2020 sebanyak 568 orang, 2021 sebanyak 806 orang, dan 2022 sebanyak 1.50 orang. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunTernate.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pencari-kerja_20151116_184800.jpg)