Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Maluku Utara

Pantas Banyak Anak Muda Pilih Cari Kerja di Luar Pulau Morotai, Ini Sebabnya

Pada Triwulan pertama 2023, ada banyak warga Pulau Morotai, yang melakukan pengurusan kartu kuning.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pulau Morotai rupanya bukan temat yang baik untuk warga mencari pekerjaan.

Buktinya banyak sekali orang yang keluar dari Pulau Morotai.

Kabanyakan mereka lebih memilih mencari pekerjaan di luar daerah.

Baca juga: Amerika Serikat Akan Bawa Pulang Prajurit yang Tewas di Pulau Morotai Saat Perang Dunia II, Ada MoU


PEKERJAAN: Ilustrasi pencari kerja (Pencaker)/@Tribunnews. Di mana ratusan warga Morotai memilih meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pekerjaan, Kamis (4/5/2023). (Tribunternate.com/Istimewa)

Bukti di Disnaker Pulau Morotai, banyak pencari kerja yang mengurus kartu kuning .

Memang usia para pencari kerja masih muda.

Usia tersebut membuat mereka nekat merantau untuk mencari pekerjaan.

Artinya peluang kerja di Pulau Morotai sangat kecil.

Baca juga: Berikut 27 Tempat Wisata di Pulau Morotai, Fasilitas Sudah Lengkap, Simak Biayanya

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pulau Morotai, Ansar Tibu mengatakan.

Pada Triwulan pertama 2023, ada banyak warga Pulau Morotai, yang melakukan pengurusan kartu kuning.

"Memasuki bulan kelima ini, banyak warga mengurus kartu kuning, tujuannya cari kerja diluar."

"Tertanggal hari ini saja, sebanyak 385 pencari kerja (Pencaker) buat kartu kuning."

Baca juga: Berikut Jadwal Seluruh Transportasi ke Pulau Morotai Maluku Utara, Lengkap Dengan Biayanya

"Kemarin perhari itu jumlahnya 23 orang, dan tiga hari terakhir ini sangat banyak, "bebernya, Kamis (4/5/2023).

Dikatakannya, para Pencaker ini, rata-rata anak muda.

"Kalau saya lihat, rata-rata usia mereka 20 tahun keatas, dan hampir semua ke perusahaan, "ujarnya.

Ansar menjelaskan, faktor utama ratusan warga, yang mencari kerja keluar ini adalah.

Selain kebutuhan ekonomi, juga karena di Pulau Morotai kurangnya lapangan pekerjaan.

"Saya tanya, kalian mau kerja di mana? katanya ke PT IWIP, karena gajinya lumayan, "ungkapnya.

Bahkan kata dia, jika Pencaker kerja di luar hingga Pemilu 2024, dipastikan menurunkan jiwa pilih.

"Kalau pengaruh jiwa pilih pada saat momen Pemilu 2024, yah pasti berpengaruh."

"Tapi mudahan-mudahan mereka balik saat pencoblosan, sehingga jiwa pilih tidak kurang, "pintanya.

Seraya berharap kepada para Pencaker, untuk saling menjaga selama bekerja diluar.

"Setiap dari mereka yang kesini urus kartu kuning, saya selalu bilang saling jaga."

"Dan yang terpenting adalah, jaga nama baik daerah, dan buat satu kerukunan."

"Agar jikalau terjadi hal-hal tak diinginkan, bisa saling bantu membantu, "harapnya.

Diketahui, data warga Pulau Morotai yang keluar mencari kerja dari tahun ke tahun.

Pada 2017 sebanyak 310 orang, 2018 sebanyak 304 orang, 2019 sebanyak 385 orang.

Pada 2020 sebanyak 568 orang, 2021 sebanyak 806 orang, dan 2022 sebanyak 1.50 orang. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunTernate.com 

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved