Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Narkoba

Geger Oknum Anggota TNI Ditangkap BNN, Simpan 50 Kg Ganja di Kos-kosan Tangerang

Anggota TNI ditangkap di kawasan Islamic Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/5/2023) bersama ganja seberat 50 kilogram.

Editor: Tirza Ponto
Istimewa/Tribunnews.com
Anggota TNI ditangkap bersama ganja seberat 50 kilogram di kawasan Islamic Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/5/2023) . 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Oknum anggota TNI dikabarkan ditangkap buntut kasus narkoba.

Oknum anggota TNI ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Provinsi Banten.

Anggota TNI Angkatan Darat (AD) ditangkap dengan dugaan kepemilikan dan peredaran narkoba jenis ganja seberat 50 kilogram.

Ia pun ditangkap di kawasan Islamic Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Dari informasi yang didapatkan TribunJakarta.com, oknum TNI tersebut diamankan dikontrakannya pada 2 Mei 2023.

Anggota TNI yang ditangkap tersebut berinisial N.

Hal tersebut disebut Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Hamim Tohari.

"Benar, terduga pelaku dari TNI AD Kopda N sudah diamankan dan dalam proses di Pomdam Jaya," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Hamim Tohari, Rabu (3/5/2023).

Dikutip dari Kompas.com, anggota TNI AD tersebut ditangkap bersama seorang warga sipil.

Dari hasil penangkapan tersebut, BNN Provinsi Banten berhasil mengamankan barang bukti narkotika berupa ganja sebanyak 50 kilogram.

Saat ini, Kopda N sudah ditahan dan diperiksa oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya.

Penyelidikan dilakukan Pomdam Jaya bersama BNN Provinsi Banten dan Pomdam Iskandar Muda yang meliputi wilayah Aceh.

"Sudah diamankan dan dalam proses di Pomdam Jaya. Pomdam Jaya berkoordinasi dengan Pomdam IM," kata Hamim.

Sementara itu, belum diketahui identitas warga sipil yang turut ditangkap bersama Kopda N di kawasan Komplek Islamic Village tersebut.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Ternyata Sosok Ayah di Gresik yang Bunuh Anak Kandungnya Sering Pakai Narkoba

Mudik Lebaran

Sebelumnya, saat musim mudik lebaran BNN gencar mengerahan anjing pelacak dari Unit K-9 untuk meyisir pengiriman narkoba di Terminal bus Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (18/4/2023).

Anjing tersebut nampak mengendus barang bawaan penumpang secara keseluruhan, baik yang tengah menunggu di area keberangkatan, hingga bagasi bus.

Beruntungnya, tidak ditemukan adanya narkoba usai dilakukan penyisiran tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan dua anjing tersebut sudah terlatih, dan dikerahkan khusus mencari letak narkoba.

Ditambah Pudjo, sebab para bandar narkoba kerap mengenakan beragam cara guna mengirim barang terlarang tersebut, dan tidak menutup kemungkinan ketika momen mudik tiba bisa terjadi.

"Kita melakukan pengamanan bus, sopir, penumpang kemudian barang yang berasal dari atau menuju Kampung Rambutan," kata Pudjo di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (18/4).

Antisipasi hal serupa, pluhan sopir bus di terminal Kampung Rambutan juga mengikuti pemeriksaan urine yang diadakan BNN RI.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan secara acak memilih sopir, sesuai dengan konsep yakni sidak jelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah/2023.

"Pemeriksaan urine kepada sopir bus ini untuk mengecek apakah sopir atau pengganti sopir bus menggunakan narkoba atau tidak sebelum berangkat dari Terminal Kampung Rambutan," tutur Pudjo.

Menurutnya, hal ini untuk antisipasi keselamatan mudik, mengingat jika terbukti positif, dapat membahayakan puluhan penumpang, bahkan mengakibatkan kecelakaan di jalan.

Agenda tersebut rupanya dilakukan secara kolaborasi dengan petugas lainnya di lapangan.

"Kita bekerja sama dengan terminal Kampung Rambutan, Dishub Jakarta Timur dan Polri dalam pemeriksaan urine kepada para sopir bus," lugasnya.

Apabila ditemukan sopir yang hasilnya positif narkoba, maka segara dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas.

"Sopirnya harus turun dari bus untuk pemeriksaan. Busnya juga tidak boleh berangkat sampai ada sopir pengganti yang tidak menggunakan narkoba," ucapnya.

Sebagai informasi, pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan di satu wilayah saja, terdapat Terminal Pulo Gebang, Terminal Tanjung Priok, Terminal Kalideres, maupun Terminal Lebak Bulus.

Tidak hanya kawasan terminal saja, pemeriksaan juga dilakukan BNN terhadap pilot di seluruh bandara Indonesia maupun pelabuhan.

"Kami (BNN) juga melakukan tes urine kepada sopir bus di terminal di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Rekaman Oknum TNI Ancam Warga Pakai Parang, Video Durasi 1 Menit 8 Detik Itu Kini Viral

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com Kompas.com

Baca Berita Lainnya : Google News

Baca Berita Tribun Manado di sini

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved