Renungan Harian
Renungan Harian, Mikha 7:7, Keyakinan dalam Masa Penantian
Renungan harian hari ini mengenai Keyakinan dalam Masa Penantian yang terdapat dalam Mikha 7:7.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian hari ini mengenai Keyakinan dalam Masa Penantian yang terdapat dalam Mikha 7:7.
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!
Tribunners,
Apa yang kita minta dan serukan untuk Tuhan jawab, terkadang tidak langsung terjadi atau tidak cepat dijawab Tuhan. Ada masa penantian yang harus kita jalankan. Di sinilah kesabaran dan iman kita sebagai orang percaya diproses/dilatih Tuhan. Dalam masa menunggu ini, kita diminta untuk tetap berharap kepada Tuhan.
Sebab IA adalah Tuhan yang tidak pernah terlambat menolong. Beberapa tokoh Alkitab telah menunjukkan keberhasilannya untuk terus berharap kepada Tuhan dalam masa penantian. Antara lain: Yusuf harus menunggu selama 13 tahun sebelum diangkat menjadi orang kedua di Mesir; Musa harus menunggu 40 tahun sebelum akhirnya dipakai oleh Tuhan; dan Daud harus menunggu sekitar 15 tahun untuk benar-benar menjadi raja.
Melalui ayat renungan hari ini, kita diajarkan untuk menunggu-nunggu Tuhan dan tetap berharap kepadaNya. Nabi Mikha menegaskan bahwa dalam masa penantian itu, kita mempunyai satu keyakinan, yaitu: Allah mendengarkan kita! Jadi, jika kita belum alami jawaban Tuhan, itu bukan berarti Allah tidak mendengarkan doa dan seruan kita.
IA hanya ingin agar kita sabar menunggu dan terus berharap menanti-nantikan Tuhan. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! (Mazmur 27:14). Saat kita menanti-nantikan Tuhan, maka kita tidak akan mendapat malu. Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya (Mazmur 25:3).
Namun ada satu hal penting yang harus kita jaga selama masa penantian, yaitu jangan sampai kita menjadi marah atau iri kepada orang lain. Mazmur 37:7 menasehati: “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.”
Jadi, pandangan hati kita harus tetap fokus kepada Tuhan, bukan kepada keberhasilan orang lain. Jika kita memandang kepada keberhasilan orang lain, maka sesungguhnya godaan untuk menjadi marah dan iri hati sudah mengincar kita.
Keyakinan lain yang harus kita pegang dalam masa penantian adalah: ternyata bukan hanya kita yang harus menunggu, tetapi Tuhan sendiripun menanti-nantikan saatnya untuk menunjukkan kasihNya kepada kita. Yesaya 30:18 menegaskan: Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Untuk itu, mari tetap semangat dan bersukacita dalam masa penantian. Pahamilah, dalam penantian itu kita akan diajarkan untuk mengerti bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Dialah pemilik segalanya. Dia tahu secara tepat kapan waktunya untuk bertindak, menolong, dan memberkati kita.
Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.
Baca Berita Tribun Manado Lainnya : Google News
Baca Berita Terbaru di sini
Renungan Harian Kristen Ayub 22:1-30, Jangan Menghakimi |
![]() |
---|
Renungan Harian Kristen, 2 Tesalonika 3:11, Jangan Lakukan Perbuatan yang Sia-sia |
![]() |
---|
Renungan Harian Kristen Hari Ini, Roma 5:1, Damai Sejahtera Bagimu |
![]() |
---|
Renungan Harian Kristen Hari Ini, Yesaya 55:12-13, Berjalan Bersama Tuhan Menyenangkan |
![]() |
---|
Renungan Harian Kristen Hari Ini, Yesaya 55:10-11, Pemberitaan Firman Tidak Sia Sia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.