Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Yohanes 20:13, Tangisan Doa Seorang Perempuan

Seperti Maria Magdalena, seorang perempuan yang sangat setia dan sangat mengasihi Yesus

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
pexels
Renungan harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perempuan dalam Kristen selalu mendapatkan tempat dan perhatian khusus.

Ia merupakan penopang iman bagi para pria atau suami.

mari kita belajar hal tersebut melalui renungan harian kristen dengan judul Tangisan Doa Seorang Perempuan

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Mazmur 24:1, Tuhan Atas Segala Ciptaan

Baca Yohanes 20:13 sebagai ayat referensi

Menangis itu normal. Hampir semua orang pernah menangis. Ada yang menangis karena bahagia, ada juga yang menangis karena sedih. Bahkan manusia butuh menangis, karena menangis tandanya kita sehat, baik fisik maupun psikis. Yang penting tidak berlebihan dan tetap terkendali.

Selain itu, menangis tidak berarti menandakan kita lemah. Tapi menangis justru menjadi ungkapan hati yang mewakili perasaan bathin yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Menangis dapat memperbaiki suasana hati. Sebab menangis itu sehat karena dapat melepaskan tubuh dari racun dan hormon yang tak terhitung jumlahnya dalam mencegah stres sehingga dapat menstabilkan kesehatan tubuh kita baik secara psikis maupun fisik (Penn Medicine).

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Baca Yohanes 20:11-12, Perempuan Untuk Kemuliaan Tuhan

Seperti Maria Magdalena, seorang perempuan yang sangat setia dan sangat mengasihi Yesus. Dia menangis ketika mayat Yesus hilang. Dia tak mampu menahan tangisnya karena mayat tubuh Tuhan tidak ada lagi di tempat pembaringan-Nya.

Itu membuat dia sangat sedih sampai menangis. Maka ketika Petrus bersama murid-murid lain meninggalkan kubur Yesus, dia memilih tetap ada di kubur. Bahkan masuk ke dalam-Nya sambil menangis dengan sedihnya karena mayat Yesus, Guru yang sangat Agung telah tiada.

Suasana hatinya sangat sedih bahkan berduka. Karena dia merasa sangat kehilangan, meski Yesus telah meninggal dan dikubur, tinggal mayat-Nya saja. Itulah yang menyebabkan dia menangis.

Ketika malaikat itu bertanya kenapa dia menangis, spontan Maria menjawab bahwa (mayat) Tuhannya diambil orang. Dia tidak tahu di mana Dia berada (diletakkan). Maria berprasangka bahwa ada orang yang dengan sengaja telah mengambil mayat Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Yohanes 11:25‭-‬26, Keyakinan yang Lebih Kuat dari Maut

Ini tentu sangat merusak suasana hati dan bathinnya. Dia merasa sangat kehilangan dan karena itu dia berusaha mencari dan menemukan-Nya.

Maria sangat berharap agar mayat Yesus ditemukan. Karena itu dia pun juga berharap agar dua malaikat yang menjumpainya di kubur Yesus itu dapat membantu memberikan informasi tentang keberadaan Yesus. Karena dia sudah tidak berdaya untuk mencari Yesus.

Satu-satunya senjata yang dia punya adalah menangis. Tidak ada lagi cara yang dapat dia lakukan dari rasa kehilangannya itu selain menangis. Menangis menjadi solusi baginya meski hanya sedikit meringankan kegalauannya karena rasa kehilangan.

Setidaknya psikisnya terbantu dan lebih terstabilkan. Namun, dari tangisannya ini juga sebenarnya terungkap permohonan, doa dan harapan, agar siapapun yang melihatnya menangis tergerak hatinya dan membantu dia mendapatkan mayat Yesus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved