Sains
Peneliti Berhasil Identifikasi Fosil Kelelawar Tertua di Dunia, Seperti Apa Bentuknya?
Seorang peneliti berhasil mengidentifikasi fosil kelelawar. Kelelawar tersebut merupakan yang tertua di dunia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga saat ini sudah ada lebih dari 1.400 spesies kelelawar hidup di dunia.
Namun, kelelawar tak ada di daerah kutub.
Kelelawar merupakan salah satu-satunya mamalia yang terbang.
Namun, hingga saat ini misteri tersebut belum mampu dipahami dengan baik.
Belum lama ini seorang peneliti asal Belanda berhasil mengidentifikasi kerangka spesies kelelawar purba.
Ia adalah Tim Rietbergen, ahli biologi evolusi di Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis di Leiden, Belanda.
Sebelumnya, fosil kelelawar yang ia identifikasi tidak dikenal.
Temuan kerangka kelelawar purba ini pun membantu para ahli untuk mengungkap evolusi kelelawar, karena kerangka atau fosil tersebut ditemukan berusia 52 juta tahun.
Tak hanya itu saja, kerangka yang ditemukan di dasar danau kuno di Wyoming ini sekaligus menjadi fosil kelelawar tertua yang pernah ditemukan di dunia.
"Penelitian baru ini merupakan langkah maju dalam memahami apa yang terjadi dalam kaitannya dengan evolusi dan keragaman di masa awal kelelawar," kata Rietbergen, seperti dikutip dari CNN, Jumat (14/4/2023).
Baca juga: Boy William Ungkap Alasan Putus dan Gagal Nikahi Karen Vandela
Baca juga: Bermodal Pengalaman, Michella Candra Wakili Kotamobagu di Ajang Miss Teenager Sulawesi Utara 2023
Kelelawar tertua di dunia
Rietbergen berhasil mengidentifikasi spesies kelelawar tertua di dunia itu, saat ia mengumpulkan pengukuran dan data dari spesimen museum.
Menurutnya, ini merupakan penemuan yang beruntung karena fosil kelelawar purba tersebut masih terawetkan dengan sangat baik dan memperlihatkan bentuk hewan yang lengkap, termasuk gigi.
Spesies baru kelelawar bernama Icaronycteris gunnelli yang baru ditemukan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kelelawar yang terbang hari ini.
Gigi kelelawar purba tersebut menunjukkan bahwa semasa hidupnya Icaronycteris gunnelli memakan serangga. Ukurannya pun juga kecil dengan berat yang diperkirakan hanya 25 gram.

"Jika kelelawar melipat sayapnya di samping tubuhnya, itu akan dengan mudah masuk ke dalam tanganmu. Sayapnya relatif pendek dan lebar, mencerminkan gaya terbang yang lebih mengepak," terang Rietbergen.
Icaronycteris gunnelli hidup ketika iklim Bumi hangat dan lembab.
Kerangkanya mampu bertahan selama ribuan tahun, kemungkinan besar karena makhluk itu jatuh ke danau, membuat mereka jauh dari jangkauan pemangsa namun berada di lingkungan yang kondusif untuk fosilisasi.
Dasar danau purba tempat fosil kelelawar ditemukan adalah bagian dari Formasi Sungai Hijau Wyoming dan telah menghasilkan sejumlah fosil kelelawar.
Baca juga: Berikut Rencana Pembangunan Jalan Bandara-Likupang Sulawesi Utara, Sudah Ada Anggaran Rp 40 Miliar
Baca juga: Firli Bahuri Diduga Bocorkan Dokumen Penyelidikan, Abraham Samad Sebut Bisa Hancurkan KPK
Temuan fosil kelelawar purba yang merupakan kerangka kelelawar tertua di dunia ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seperti Apa Kelelawar Purba yang Hidup di Amerika 52 Juta Tahun Lalu?".
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Kenapa Langit Malam Tak Terang Seperti Siang? Ilmuwan Ungkap Jawaban Mengejutkan |
![]() |
---|
Kehidupan di Laut Mati, Ada Bakteri hingga Alga |
![]() |
---|
Fakta-Fakta Rafflesia Arnoldii, Bunga Terbesar di Dunia |
![]() |
---|
Jenis-Jenis Hewan yang Bisa Menghasilkan Listrik, Kebanyakan Ikan |
![]() |
---|
Dipenuhi Berbagai Jenis Limbah, Berikut Daftar Sungai Terkotor di Dunia, Ada 1 di Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.